Friday, June 24, 2016

Heart of Servant

Hati hamba. Dalam perjanjian lama dan perjanjian baru kita tahu bahwa seorang hamba mempunyai status sosial yang paling rendah dalam kehidupan masyarakat. Seorang hamba tidaklah mempunyai hak lagi bagi dirinya sendiri, bahkan apapun yang diperbuat oleh tuannya kepada dirinya, seorang hamba tidak mempunyai kuasa lagi untuk melawan ataupun berkata ‘tidak’ atas perintah tuannya, karena seorang hamba adalah seorang buangan yang diperjualbelikan oleh seorang penjual kepada seorang pembeli untuk dijadikan seorang hamba atau pesuruh untuk membantu kehidupan seorang pembeli.

            Tentu status ini adalah status yang paling tidak kita inginkan, kita selalu menginginkan status yang lebih tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, intinya adalah memiliki status pemimpin yang menyenangkan yang dapat memerintah dan menyuruh orang lain untuk melakukan ini dan itu. Namun tidak begitu dengan Tuhan Yesus, Dia datang dengan mengambil rupa seorang hamba, bukan hanya rupa tapi juga hati seorang hamba yang selalu rindu untuk melayani, yang selalu rindu mengutamakan orang lain daripada diri-Nya sendiri. Inilah yang telah banyak hilang dalam hidup kita manusia yaitu memiliki hati seorang hamba. Kita selalu hidup dalam keegoisan kita, kita hidup demi diri kita sendiri, kita hidup untuk kebahagiaan kita sendiri, intinya kebanyakan kita hidup hanya berfokus kepada hidup kita masing-masing tanpa memikirkan kehidupan orang lain yang ada di sekitar kita.

            Dalam Matius 28 : 19 – 20 Yesus berkata “ karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Bagaimana caranya kita bisa mengerjakan misi yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, jika kita masih saja berfokus kepada keegoisan diri kita sendiri dan berfokus kepada hidup kita sendiri. Ingat! Tuhan berkata pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Itu berarti kita sedang membicarakan orang lain yang ada diluar kita, dan bukan sedang membicarakan fokus kepada hidup kita.

            Mengapa kita harus melayani ? mengapa kita harus memiliki hati hamba ? melayani atau pelayanan timbul dari kerinduan seseorang yang hidup di dalam Tuhan. Kerinduan yang selalu ingin membagikan kasih yang sudah kita dapatkan dari Kristus Yesus kepada orang lain dalam proses menjadikan murid-murid Tuhan. Hati hamba adalah seseorang yang harus mampu mengampuni dan bertanggungjawab, lihat teladan Tuhan Yesus ketika kata-kata terakhir-Nya di kayu salib, Ia mengampuni orang-orang yang telah menyiksanya dan berkata “ Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan lihat ketika Ia bertanggungjawab atas segala dosa-dosa kita manusia, yang seharusnya adalah bagian kita, namun ia rela menanggungnya bagi kita semua dan Ia tetap berkata “ Aku mengasihimu”, “ Aku mengampunimu “.

               Dalam Markus 10 : 43 – 44 Yesus berkata “ Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kita untuk memiliki hati seorang hamba dengan mengambil bagi diri-Nya sendiri rupa seorang hamba, yang rela untuk turun dan berlutut di hadapan murid-murid-Nya untuk membasuh kaki murid-murid-Nya. Bukan bicara tentang status sosial atau gengsi-gengsian tapi bicara tentang sudahkan kita memiliki hati seperti Yesus ? Melayani Tuhan tidaklah mudah, akan banyak sakit hati yang akan kita hadapi, akan banyak masalah yang akan kita jumpai. Namun ingatlah janji-Nya bahwa Ia akan menyertai mu sampai kepada akhir zaman.

          

Friday, June 17, 2016

Saya Saksi Kristus !!

Dalam hidupnya si A selalu berkata kepada orang lain bahwa jika kita menjadi orang kaya maka kita akan hidup sejahtera dan makmur, dia juga berkata bahwa jika kita menjadi orang kaya maka kita akan mempunyai mobil yang bagus, rumah yang mewah dan liburan ke luar negeri yang menyenangkan, bahkan dari segi penampilan si A selalu akan tampil mempesona dengan segala perhiasan yang ia gunakan. Sedangkan dalam hidup si B, dia selalu berkata bahwa di dalam Tuhan Yesus ada keselamatan yang kekal bagi manusia, dia juga selalu memuji-muji Tuhan dengan mulut dan perkataannya, dia selalu mengucap syukur atas setiap kejadiannya kepada Tuhan. Bahkan bukan hanya sekedar perkataan namun juga dalam perbuatannya si B selalu memuliakan Tuhan.

                Dalam hidup kedua orang ini kita dapat melihat bahwa hidup mereka berdua sama-sama merupakan hidup yang bersaksi. Yang satu bersaksi tentang kehidupan dunia yang menyenangkan dengan segala kelimpahan hartanya, sedangkan yang kedua bersaksi tentang keselamatan yang diberikan Tuhan kepada manusia secara cuma-cuma. Satu hal yang kita tahu bahwa Tuhan ingin kita menjadi saksi-saksinya untuk mengabarkan keselamatan ke penjuru dunia dan bukan sekedar bersaksi tentang kefanaan yang dunia berikan kepada kita, bersaksi tentang kasih dan anugerah Tuhan dalam hidup kita, bersaksi tentang pengenalan kita akan Tuhan, bersaksi tentang perubahan yang kita alami di dalam Tuhan. Metamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu, perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru yang hidup didalam Kristus.

                Mengapa kita harus bersaksi ? mengapa kita harus membritakan injil kepada orang lain ? mengapa kita harus menyebarkan kasih dan anugerah Tuhan kepada orang lain ? Kita bersaksi karena kita sudah diselamatkan dengan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, kita sudah dimerdekakan dan yang terutama adalah karena itu adalah perintah dari Tuhan sendiri. Dalam Yoh 15 : 27 “ Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”. Namun masalahnya menjadi saksi-saksi Kristus bukanlah perkara mudah, dalam Yoh 15 : 18 – 27 dijelaskan bahwa untuk menjadi saksi Kristus kita harus siap untuk dibenci oleh dunia sama seperti Kristus telah dibenci oleh dunia. Sekarang pertanyaannya adalah masih maukah kita untuk menjadi saksi-Nya setelah kita mengetahui bahwa menjadi saksi-Nya akan membuat kita dibenci oleh dunia ? Kita akan dibenci oleh rekan-rekan kerja kita karena kita tidak ikut melakukan korupsi, kita akan dibenci oleh mereka karena kita melaporkan perbuatan mereka, kita akan dibenci oleh teman-teman kita ketika kita tidak memberikan contekan kepada mereka, bahkan juga kita akan menjadi olok-olokan teman kita karena kita tidak mau menyontek, kita akan menjadi bahan ejekan teman-teman kita karena kita tidak merokok, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang membuat kita semakin ragu untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini. ( Silahkan renungkan sendiri bagian-bagian yang membuat kita ragu untuk menjadi saksi-Nya ).

                Masih banyak orang yang menyebut dirinya Kristen namun masih malas bahkan enggan untuk bersaksi. Merasa sudah puas hanya duduk di bangku penonton dan bersorak untuk tim yang sedang didukungnya. Ingat, bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan kita untuk hanya sekedar menjadi penonton diluar lapangan yang hanya puas dengan memberikan semangat dan yang akan berbalik mendukung lawan ketika tim yang didukungnya mengalamai kekalahan. Tuhan menginginkan kita untuk ikut mengambil bagian dalam pertandingan yang sedang berlangsung ini, Dia ingin kita juga turut ikut bergabung didalamnya. Segera ambil tiket itu dan ikutlah bergabung didalamnya. Mari mengambil komitmen dan katakan “ TUHAN SAYA MAU MENJADI SAKSI-MU “. Berhenti untuk puas hanya sebagai penonton dan mulailah bergabung dalam pertandingan.

                Jangan pernah takut dan jangan pernah malu untuk menjadi saksi Tuhan. Ketika kita menjadi saksi-Nya dan ketika kita bertanding di pihak yang sama dengan Tuhan, maka sudah bisa dipastikan bahwa kitalah yang akan menjadi pemenangnya dan ingatlah bahwa Tuhan yang akan membelamu dari tuduhan dunia yang membenci Kristus. Mari hidup menjadi saksi-saksi Kristus dan biarlah melalui kehidupan kita banyak orang-orang yang terberkati melalui perkataan dan perbuatan kita yang memuliakan Tuhan, semakin banyak orang yang dipulihkan melalui kehadiran kita dan orang-orang disekitar kita boleh merasakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita.

                Mungkin pada saat ini kita sudah menunjukan perkataan dan perbuatan yang memuliakan Tuhan dalam hidup kita, namun kita melihat bahwa sepertinya tidak ada orang yang terberkati melalui hidup kita, atau kita merasa bahwa tidak ada orang yang mengalami perubahan lewat hidup kita. Tugas kita adalah untuk menjadi saksi dan biarkan Dia yang bekerja untuk mengubah setiap hati. Mungkin pada saat ini kita tidak sadar bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan hidup kita, yang sedang terusik terhadap apa yang kita katakan dan lakukan untuk Tuhan. Ingatlah bahwa sekarang kita sedang menabur, yang harus kita lakukan adalah menyiraminya dan memberi pupuk, biarkan mereka bertumbuh melalui kesaksian-kesaksian hidup kita. Dan hingga saatnya nanti mereka juga akan siap untuk di tuai, mungkin bukan kita yang akan menuai tapi orang lain yang akan menuai hasil taburan kita. Maka jangan pernah takut ataupun malu untuk bersaksi. Mari kita menjadi saksi-saksi Kristus dan katakan “ SAYA MAU MENJADI SAKSINYA KRISTUS “