Hati hamba. Dalam perjanjian lama dan perjanjian baru kita tahu bahwa seorang hamba mempunyai status sosial yang paling rendah dalam kehidupan masyarakat. Seorang hamba tidaklah mempunyai hak lagi bagi dirinya sendiri, bahkan apapun yang diperbuat oleh tuannya kepada dirinya, seorang hamba tidak mempunyai kuasa lagi untuk melawan ataupun berkata ‘tidak’ atas perintah tuannya, karena seorang hamba adalah seorang buangan yang diperjualbelikan oleh seorang penjual kepada seorang pembeli untuk dijadikan seorang hamba atau pesuruh untuk membantu kehidupan seorang pembeli.
Tentu status ini adalah status yang paling tidak kita inginkan, kita selalu menginginkan status yang lebih tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, intinya adalah memiliki status pemimpin yang menyenangkan yang dapat memerintah dan menyuruh orang lain untuk melakukan ini dan itu. Namun tidak begitu dengan Tuhan Yesus, Dia datang dengan mengambil rupa seorang hamba, bukan hanya rupa tapi juga hati seorang hamba yang selalu rindu untuk melayani, yang selalu rindu mengutamakan orang lain daripada diri-Nya sendiri. Inilah yang telah banyak hilang dalam hidup kita manusia yaitu memiliki hati seorang hamba. Kita selalu hidup dalam keegoisan kita, kita hidup demi diri kita sendiri, kita hidup untuk kebahagiaan kita sendiri, intinya kebanyakan kita hidup hanya berfokus kepada hidup kita masing-masing tanpa memikirkan kehidupan orang lain yang ada di sekitar kita.
Dalam Matius 28 : 19 – 20 Yesus berkata “ karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Bagaimana caranya kita bisa mengerjakan misi yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, jika kita masih saja berfokus kepada keegoisan diri kita sendiri dan berfokus kepada hidup kita sendiri. Ingat! Tuhan berkata pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Itu berarti kita sedang membicarakan orang lain yang ada diluar kita, dan bukan sedang membicarakan fokus kepada hidup kita.
Mengapa kita harus melayani ? mengapa kita harus memiliki hati hamba ? melayani atau pelayanan timbul dari kerinduan seseorang yang hidup di dalam Tuhan. Kerinduan yang selalu ingin membagikan kasih yang sudah kita dapatkan dari Kristus Yesus kepada orang lain dalam proses menjadikan murid-murid Tuhan. Hati hamba adalah seseorang yang harus mampu mengampuni dan bertanggungjawab, lihat teladan Tuhan Yesus ketika kata-kata terakhir-Nya di kayu salib, Ia mengampuni orang-orang yang telah menyiksanya dan berkata “ Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan lihat ketika Ia bertanggungjawab atas segala dosa-dosa kita manusia, yang seharusnya adalah bagian kita, namun ia rela menanggungnya bagi kita semua dan Ia tetap berkata “ Aku mengasihimu”, “ Aku mengampunimu “.
Dalam Markus 10 : 43 – 44 Yesus berkata “ Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kita untuk memiliki hati seorang hamba dengan mengambil bagi diri-Nya sendiri rupa seorang hamba, yang rela untuk turun dan berlutut di hadapan murid-murid-Nya untuk membasuh kaki murid-murid-Nya. Bukan bicara tentang status sosial atau gengsi-gengsian tapi bicara tentang sudahkan kita memiliki hati seperti Yesus ? Melayani Tuhan tidaklah mudah, akan banyak sakit hati yang akan kita hadapi, akan banyak masalah yang akan kita jumpai. Namun ingatlah janji-Nya bahwa Ia akan menyertai mu sampai kepada akhir zaman.
Tentu status ini adalah status yang paling tidak kita inginkan, kita selalu menginginkan status yang lebih tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, intinya adalah memiliki status pemimpin yang menyenangkan yang dapat memerintah dan menyuruh orang lain untuk melakukan ini dan itu. Namun tidak begitu dengan Tuhan Yesus, Dia datang dengan mengambil rupa seorang hamba, bukan hanya rupa tapi juga hati seorang hamba yang selalu rindu untuk melayani, yang selalu rindu mengutamakan orang lain daripada diri-Nya sendiri. Inilah yang telah banyak hilang dalam hidup kita manusia yaitu memiliki hati seorang hamba. Kita selalu hidup dalam keegoisan kita, kita hidup demi diri kita sendiri, kita hidup untuk kebahagiaan kita sendiri, intinya kebanyakan kita hidup hanya berfokus kepada hidup kita masing-masing tanpa memikirkan kehidupan orang lain yang ada di sekitar kita.
Dalam Matius 28 : 19 – 20 Yesus berkata “ karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Bagaimana caranya kita bisa mengerjakan misi yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya, jika kita masih saja berfokus kepada keegoisan diri kita sendiri dan berfokus kepada hidup kita sendiri. Ingat! Tuhan berkata pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Itu berarti kita sedang membicarakan orang lain yang ada diluar kita, dan bukan sedang membicarakan fokus kepada hidup kita.
Mengapa kita harus melayani ? mengapa kita harus memiliki hati hamba ? melayani atau pelayanan timbul dari kerinduan seseorang yang hidup di dalam Tuhan. Kerinduan yang selalu ingin membagikan kasih yang sudah kita dapatkan dari Kristus Yesus kepada orang lain dalam proses menjadikan murid-murid Tuhan. Hati hamba adalah seseorang yang harus mampu mengampuni dan bertanggungjawab, lihat teladan Tuhan Yesus ketika kata-kata terakhir-Nya di kayu salib, Ia mengampuni orang-orang yang telah menyiksanya dan berkata “ Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan lihat ketika Ia bertanggungjawab atas segala dosa-dosa kita manusia, yang seharusnya adalah bagian kita, namun ia rela menanggungnya bagi kita semua dan Ia tetap berkata “ Aku mengasihimu”, “ Aku mengampunimu “.
Dalam Markus 10 : 43 – 44 Yesus berkata “ Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kita untuk memiliki hati seorang hamba dengan mengambil bagi diri-Nya sendiri rupa seorang hamba, yang rela untuk turun dan berlutut di hadapan murid-murid-Nya untuk membasuh kaki murid-murid-Nya. Bukan bicara tentang status sosial atau gengsi-gengsian tapi bicara tentang sudahkan kita memiliki hati seperti Yesus ? Melayani Tuhan tidaklah mudah, akan banyak sakit hati yang akan kita hadapi, akan banyak masalah yang akan kita jumpai. Namun ingatlah janji-Nya bahwa Ia akan menyertai mu sampai kepada akhir zaman.

