Tuesday, May 17, 2016

Karunia Melengkapi

Teladan yang ditinggalkan oleh Epafroditus, membuka wawasan kita sedikit lebih luas lagi. Selama ini kalau kita berbicara soal karunia rohani atau pekerjaan pelayanan, pikiran kita akan membayangkan pelayanan seperti pengkhotbah, penginjil, pemimpin pujian, pendoa syafaat, guru atau pengajar, atau seperti mereka yang mempunyai karunia-karunia Roh untuk menyembuhkan, bernubuat, mengadakan mujizat, atau seperti mereka yang memiliki karunia penglihatan. Karena kita tidak memiliki karunia-karunia seperti itu, maka akhirnya kita hanya pasrah dan berdiam diri saja. Kita tidak melakukan pekerjaan pelayanan apapun. Lama-lama kita merasa nyaman dengan menjadi orang yang berstatus “ pengangguran rohani “.

               Ini ada berita baik yang khusus dibawa oleh Epafroditus bagi kita. Ada karunia melengkapi. Bila kita bingung apa karunia kita, karena memimpin pujian tidak bisa sebab suara kita fals, berkhotbah gemetar, mendoakan orang juga masih belum berani, maka kita dapat mulai dengan karunia melengkapi. Karunia melengkapi bukan karunia yang utama, namun oleh karunia melengkapi ini maka karunia yang utama menjadi sempurna. Karunia melengkapi ini jarang dilirik orang karena tidak membuat orang menjadi terkenal, tetapi Tuhan menghargai orang-orang yang dengan rendah hati mau melengkapi orang lain.

               Karunia melengkapi mungkin berupa “ karunia antar jemput “. Jika kita mempunyai kemampuan untuk menyetir dan ada kendaraan yang bisa dipakai untuk menjemput dan mengantar jemaat pulang ke rumah mereka, maka karunia ini akan membuat semakin banyak orang yang mendengarkan Firman kebenaran Tuhan. Firman Tuhan yang sudah dipersiapkan dengan baik dapat dinikmati oleh banyak orang lagi.

               Mungkin juga karunia melengkapi yang kita miliki adalah keahlian di dalam menangani semua permasalahan kelistrikan dan sound system. Hal ini kelihatan sepele, dan kita tidak akan pernah dikenal orang, namun oleh karena karunia melengkapi yang kita miliki, semua yang hadir di dalam kebaktian bisa mendengarkan penguraian Firman Tuhan dengan baik.

               Masih banyak karunia melengkapi lainnya. Ada orang yang karunianya adalah membuat kue, sehingga ia selalu membuat gairah orang-orang yang lelah ketika mengikuti pengajaran Firman Tuhan dengan kue-kue yang enak dan “ aneh-aneh “. Ada orang yang senang dengan kerapihan, sehingga ia menata papan pengumuman gereja agar orang-orang mau meluangkan waktu untuk membaca pengumuman yang ditempelkan di sana karena ada banyak gambar dan foto yang disusun dengan sangat menarik.

               Jangan tinggal diam, ambilah suatu pelayanan yang cocok dengan kita, sekalipun itu hanyalah pelayan yang sifatnya melengkapi, tetapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka ia akan menjadi berkat bagi banyak orang. Teladanilah Epafroditus.

Karunia melengkapi sederhana namun penting dan jauh dari godaan untuk sombong.

Pikiran seperti perut. Bukan masalah seberapa banyak yang anda dapat masukan ke dalamnya, tetapi seberapa banyak yang dapat dicernanya. ( Anonim )


Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment