Thursday, May 12, 2016

Harga Diri Yang Sesungguhnya

Apakah “ harga diri “ itu ? Kamus besar bahasa Indonesia mendefinisikannya sebagai kesadaran akan berapa besar nilai yang diberikan kepada diri sendiri. Tentunya masing-masing orang menginginkan harga diri yang tinggi. Pemahaman tentang harga diri akan sangat mempengaruhi cara seseorang mengejar dan membangun harga dirinya. Ada orang yang beranggapan bahwa harga dirinya akan naik jika ia dapat mengekspresikan kemarahannya. Orang yang beranggapan seperti ini akan selalu marah untuk segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Menurutnya, dengan marah maka orang akan menjadi takut dan takluk kepadanya. Ia berpendapat bahwa ia akan lebih dihargai jika orang menilainya sebagai seorang yang keras dan tidak lemah karena ia berani marah kepada siapa saja yang tidak berlaku sesuai dengan keinginannya.

               Memang, menurut seorang ahli dari Graduate School of Business di Stanford University, California, yang telah mengadakan penelitian tentang hal ini, mengatakan bahwa mereka yang bisa mengekspresikan kemarahannya memang tampak lebih dominan dan lebih kuat dibanding orang lainnya. Peluang untuk memperoleh dukungan dan untuk dipromosikan didalam pekerjaan pun lebih terbuka bagi orang-orang yang seperti ini, tetapi apakah hal ini merupakan harga diri yang sesungguhnya yang harus kita kejar ? hanya sebatas dihargai atau ditakuti orang lain hanya sebatas posisi yang tinggi ? Perlu diingat bahwa harga diri sesungguhnya dari seseorang, tidak dapat diukur dari seberapa takutnya orang kepada kita, dan seberapa tinggi posisi kita dimata orang-orang lain. Kita sering terjebak untuk mengejar sesuatu yang sia-sia, hanya karena kita tidak memiliki pengertian yang benar tentang harga diri yang sesungguhnya. Kita begitu memusatkan perhatian kepada bagaimana menguasai orang lain, bagaimana menaklukan mereka, dan bukan kepada relationship atau membangun hubungan yang baik dengan sesama.

               Harga diri yang sesungguhnya adalah harga atau nilai yang diberikan Tuhan karena kemuliaan karakter, dan sikap hidup yang semakin hari semakin seperti Yesus. Seperti yang tertulis didalam kitab Timotius, “ Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.” ( 1 Tim 6 : 11 ). Hal- hal inilah yang harus kita kejar setiap hari, jika kita ingin memiliki harga diri yang tinggi. Karakter yang semakin seperti Yesus tidak pernah dihasilkan begitu saja, semua itu melalui pembelajaran setiap hari. Hari-hari yang kita jalani beserta dengan beragam kejadian didalamnya, seharusnya kita jadikan kesempatan untuk belajar mengikis karakter dan kebiasaan buruk yang ada di dalam diri kita serta mengembangkan karakter dan kebiasaan yang baik. Dengan cara inilah kita menjadi orang yang benar-benar berharga.

Harga diri yang sesungguhnya dibangun melalui kepribadian yang seperti Yesus.

Pikiran yang besar berasal dari hati. ( Vauvenargues )


Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment