Allah memakai berbagai macam situasi yang sulit, yang biasanya kita sebut sebagai persoalan, masalah, kesulitan atau musibah, untuk mengembangkan karakter kita. Pembacaan firman Tuhan akan menolong kita di dalam meletakkan dasar-dasar kebenaran dan mengetahui rancangan Allah bagi manusia. Namun semua itu belumlah cukup, Allah menginginkan agar karakter kita terbentuk menjadi serupa dengan karakter Yesus, AnakNya. Untuk pembentukan karakter seperti ini, jalan terbaik adalah melalui apa yang terjadi langsung di dalam kehidupan kita.
1. Kesulitan sebagai ujian.
Kesulitan atau masalah yang kita alami adalah ibarat ujian di bangku sekolah setelah sekian lama kita menerima teori-teori melalui guru kita. Melalui ujian ini akan terbukti apakah memang kita mengerti apa yang sudah diberikan oleh guru kita dan ini akan terlihat dari cara kita merespon kesulitan itu. " Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” ( 1 Pet 4 : 12 ).
2. Kesulitan membawa kita dekat kepada Tuhan.
Sekalipun kita adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan, tetap saja persoalan dapat datang di dalam kehidupan kita. Melalui persoalan ini, kita akan lebih lagi mendekatkan diri kepada Tuhan. “ Apabila orang-orang benar itu berseru-seru , maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya .” ( Mzm 34 : 18 ).
3. Kesulitan adalah hal yang biasa.
Masalah adalah hal yang biasa, semua orang menghadapi dan mengalaminya. Demikian juga dengan orang-orang percaya, Tuhan tetap mengizinkan masalah itu datang ke dalam kehidupan mereka karena dengannya mereka akan bertumbuh menjadi lebih dewasa lagi. “ Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” ( 1 Kor 10 : 13 ).
4. Kesulitan membuat kita tidak sombong.
Dengan adanya masalah dan kesulitan, manusia akan disadarkan bahwa ia sebenarnya tidak mempunyai kekuasaan apapun juga, jika Tuhan tidak menyertainya. “ Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.” ( 2 Kor 1 : 9 ).
5. Kesulitan akan membuat kita mengenal Tuhan.
Melalui masalah dan kesulitan, Tuhan menyatakan kuasaNya yang heran dan yang ajaib. Dari sinilah kita mengenal Dia. ( Dan 6 : 20 – 28 ).
Ayat untuk direnungkan :
“ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Ingatlah bahwa kebahagiaan tidak tergantung kepada siapa dirimu atau apa yang engkau miliki, tetapi tergantung semata-mata kepada apa yang engkau pikirkan. ( Dale Camegie )

0 komentar:
Post a Comment