Tuesday, May 10, 2016

Bohong Putih

Dalam Kitab Yosua 2 : 1 – 24 tertulis sebuah kisah yang berperikop “ pengintai-pengintai di Yerikho “. Dalam Kitab ini Yosua dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai untuk mengintai kota Yerikho. Hingga setibanya disana maka bertemulah mereka dengan seorang perempuan sundal yang bernama Rahab. Rahab adalah seorang wanita yang cerdas. Ia dapat membaca  situasi dimana kotanya akan segera jatuh ke tangan orang Israel. Ia tidak mau mengambil resiko dengan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh pengintai itu, ia lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya, semua keluarganya dan orang-orang yang mengikuti dia. Rahab berani berbohong kepada utusan raja dengan mengatakan,” Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka, dan ketika pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu; aku tidak tahu, kemana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka, tentulah kamu dapat menyusul mereka.”

               Ada yang mengajarkan bahwa berbohong untuk suatu kebaikan dapat diterima dan dimaklumi. Jika kita tidak berbohong maka resikonya akan lebih besar lagi.” Daripada semua jadi berantakan, ya aku harus sedikit bijak dengan mengatakan kebohongan ini. Kan semua jadi beres,” demikian yang sering kita dengarkan. Seperti halnya Rahab, ada yang mengatakan karena ia hidup didalam masyarakat yang memang kebohongan adalah suatu yang biasa dilakukan, maka Rahab tidak dapat dikatakan berdosa. Bahkan ada yang menambahkan, situasi saat itu adalah situasi yang gawat, situasi perang, bohong sedikit tidak menjadi masalah.

               Apakah Alkitab menyetujui kebohongan Rahab ? jawabnya tegas “ Tidak ! “ Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa kebohongna Rahab adalah sesuatu yang benar dan dapat diterima. Kebohongan Rahab memang tercatat jelas tanpa ditutup-tutupi oleh Alkitab, tetapi bukan berarti Tuhan menyetujuinya. Yang disetujui dan dibenarkan oleh Tuhan adalah iman Rahab yang mempercayai bahwa Tuhan bangsa Israel adalah Tuhan di langit diatas dan di bumi dibawah, artinya Tuhan diatas segala tuhan yang disembah bangsa-bangsa lain. Rahab percaya bahwa Tuhan yang disembah bangsa Israel adalah Tuhan yang benar. Inilah yang dibenarkan oleh Tuhan. Tuhan juga membenarkan tindakan Rahab untuk menyembunyikan kedua pengintai, sebagai mana tertulis,” Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.” ( Ibr 11 : 31 ).

               Di dalam kitab Roma 3 : 8, Paulus dengan tegas mengatakan bahwa " orang-orang yang berpendapat bahwa kita boleh berbuat jahat ( bohong ) agar sesuatu yang baik terjadi, sudah selayaknya dihukum,” Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata : ‘ Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.’ Orang semacam itu sudah selayaknya mendapatkan hukuman.” Yesus berkata,” Ya, katakan ya; tidak katakan tidak’ apa yang lebih dari itu berasal dari sijahat.”

Segala yang melenceng dari kebenaran adalah dosa.

Baiklah mencintai, tidak membenci.
Baiklah tertawa, tidak menangis. 
Baiklah mencipta, tidak merusak.
Baiklah bertahan, tidak menyerah.                                                    
Baiklah memuji, tidak mencaci.

( Og Mandino )


Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment