Peristiwa transfigurasi terjadi menurut Injil Matius ini terjadi enam hari setelah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup dan pemberitahuan yang pertama oleh Yesus tentang penderitaanNya. Yesus berubah rupa didepan mata ketiga muridNya. wajahNya bercahaya seperti terang dunia. Atas peristiwa transfigurasi ini yang membuat Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi takut, itu pertanda mereka belum benar-benar mengenal siapa Yesus itu ? Ternyata mereka mengakui Yesus itu benar-benar Mesias dengan atas peristiwa transfigurai Yesus dan sekaligus mereka menjadi saksiNya.
Kita jangan takut untuk bersaksi, bahwa Yesus itu Mesias ( Juruslamat Dunia ) pada keadaan apapun dan kepada siapa saja. Dia benar-benar yang mulia dan memberikan jaminan-jaminan hidup pada kehidupan yang kekal bagi yang percaya dan dibabtis, untuk itu marilah kita mengajak orang untuk menjadikan pengalaman dan kehidupannya bersama Yesus ( FirmanNya ) sebagai “ bekal spiritual “ untuk melakukan pelayanan kasih.
Kita harus percaya dengan peristiwa transfigurasi yang dilihat oleh ketiga murid Tuhan Yesus yakni : Kemuliaan Tuhan Yesus. Tetapi bukan percaya saja dimulut, bukan Cuma percaya secara formal, apa yang dikatakan Rasul Paulus, adalah : mempercayakan diri secara penuh atau total, istilah Rasul Paulus : “ Tuhan hidup didalam kita, dan kita hidup didalam Tuhan.” Siapa hidup didalam Kristus berarti “ ciptaan manusia baru .” Untuk itu, supaya kita introspeksi diri sendiri. Apa saya ini sudah benar-benar hidup didalam Kristus ? atau belum ? Berdirilah hidup kita yang benar-benar mengenal Kristus atau didalam kemuliaanNya. Artinya didalam kekudusan dan kasih dan kebaikan. Arti yang sebenarnya adalah : tidak hidup sembrono, tidak hidup serampangan, tidak hidup sembarangan, menjaga tingkah laku kita sebaik-baiknya, jangan hanya omong doang. Ada ungkapan orang Inggris yang mengatakan : “ Say what you mean, and do what you say,” artinya : katakanlah apa yang ada dalam hatimu dan kerjakanlah apa yang kau katakan dengan mulutmu, maka orang akan percaya.
( Pdt. Satahi M. Panjaitan, S.Th )

0 komentar:
Post a Comment