Tuesday, May 10, 2016

Doa Mendatangkan Mukjizat

Seorang ibu berbaju kumal masuk ke suatu kota yang menjual berbagai kebutuhan pokok. Dengan wajah yang sendu ia menghampiri pemilik toko itu dan berkata,” Pak, sudah lima hari ini suami saya sakit, jadi saya tidak punya uang. Karena itu ijinkan saya berhutang dan saya akan segera membayarnya kalau punya uang nanti. Tolonglah pak, karena kelima anak saya sedang kelaparan saat ini.” Pemilik toko itu berusaha mengabaikannya, tetapi ibu itu terus memohon sehingga seorang wanita lain yang sedang berbelanja di toko itu berkata,” Pak, lihatlah ibu ini memang sangat membutuhkan petolongan, kalau memang bapa tidak bisa menolongnya biarlah saya yang akan membayar semua barang yang diperlukannya !” karena malu, akhirnya dengan ketus si pemilik toko berkata,” Ya sudah, mana daftar kebutuhan ibu. Saya akan memberikan barang-barang ini secara gratis, tetapi saya hanya akan memberikan barang seberat catatan itu saja !”  Untuk sesaat si ibu terlihat cemas, kemudian ia menundukan kepalanya dan menuliskan sesuatu di secarik kertas. Kemudian dengan ragu-ragu ia meletakkan kertas itu di atas timbangan.

               Ketika kertas itu berada di atas timbangan, alat pengukurnya bergerak cepat ke bawah. Pemilik toko itu terkejut dan ibu berbaju kumal tadi langsung mengambil barang-barang yang dibutuhkannya. Dengan disaksikan oleh pemilik toko dan wanita murah hati, si wanita berbaju kumuh terus menambahkan barang ke atas timbangan itu dan timbangan itu tidak juga berimbang. Barang semakin menumpuk diatas timbangan hingga tidak muat lagi dan wanita berbaju kumuh itu berhenti karena segala kebutuhannya sudah terpenuhi. Si pemilik toko sangat jengkel melihat hal itu, tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa. Dengan penasaran si pemilik toko mengambil kertas daftar belanja itu dan ia membaca tulisan di kertas kumuh itu,” Ya Gembala ku yang baik, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Cukupkanlah sesuai dengan kasih setiaMu.” Si pemilik toko terdiam dan wanita berbaju kumuh itu pulang, wanita yang murah hati itu menyelipkan beberapa lembar uang kepadanya.

               Bapa sorgawi adalah Bapa yang murah hati. Dia tidak pernah menahan-nahan berkat yang sudah disediakanNya bagi anak-anakNya yang meminta kepadaNya ( Mzm 84 : 12 ). Karena itu Dia mengajarkan agar kita mengikuti teladan kemurahan hatiNya, supaya kita tidak menahan berkat yang harus kita salurkan kepada orang yang membutuhkan  pertolongan kita ( Ams 3 : 27 ). Bagi orang yang melakukan FirmanNya tersedia berkat yang bukan sekedar berkat biasa, tetapi berkat seratus kali lipat.” Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut Firman itu lalu berbuah, ada yang tigapuluh kali lipat, ada yang enampuluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Berkat 100 kali lipat akan dinikmati oleh mereka yang patuh kepada Tuhan.

Jika anda gagal tujuh kali, bangkitlah untuk yang kedelapan kali ( Peribahasa Jepang )


Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment