Monday, May 9, 2016

Bertekun Dalam Doa

Maman, seorang pesuruh kantor dipanggil seorang manajer. Sambil menyerahkan uang ke tangan si Maman, manajer itu berkata, “Man, tolong belikan saya makanan ya.” Belum selesai manajer bicara, si Maman langsung ngeloyor pergi, sementara manajer bertanya-tanya di dalam hati, makanan apa yang akan di beli oleh si Maman. Selang beberapa menit, Maman kembali ke ruangan si manajer. “Pak, mau beli makanan apa ya?” “Lain kali kalau saya belum selesai bicara, jangan pergi dulu ya,” kata si manajer.

               Tuhan Yesus mengajarakan kepada kita agar bertekun di dalam doa. Bertekun artinya setia melakukan atau mengerjakan sesuatu tanpa merasa jemu atau bosan. Pengajaran Yesus ini menjelaskan bahwa tidak selamanya doa-doa kita langsung dijawab secara instan. Kita membutuhkan ketekunan dan kesabaran di dalam berdoa. Kehidupan doa kita tidak terlepas dari apa yang disebut “penantian” , yaitu penantian akan jawaban yang akan Tuhan berikan, atau apa yang akan Tuhan lakukan selanjutnya.

               Salah satu kelemahan kita di dalam berdoa adalah tidak sabar menunggu. Kita sering menjadi seperti si Maman yang tidak sabar dan ingin cepat-cepat pergi, tidak mau berlama-lama di dalam menanti Tuhan. Banyak orang Kristen yang berjuang di dalam doa selama bertahun-tahun untuk suatu pergumulan. Mungkin itu pergumulan untuk pasangan hidup yang tidak kunjung datang, suami atau istri yang belum bertobat, atau keluarga kita yang belum percaya Kristus Yesus. Kita berdoa sekian waktu lamanya, tetapi kelihatannya belum ada tanda-tanda yang menunjukan bahwa Tuhan menjawab doa kita. Karena sudah jemu dan seolah-olah perjuangan kita sia-sia, maka kita memutuskan untuk tidak berdoa lagi. Padahal Tuhan sudah siap dengan jawaban doa yang akan segera Dia berikan.

               Alkitab mengajarakan bahwa jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, maka kita akan menantikan dengan tekun. “Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” ( Rom 8 : 25 ). Di dalam doa , mengharapkan sesuatu yang tidak kelihatan. Kita hanya percaya bahwa Tuhan sanggup memberikan apa yang kita minta, jika itu sesuai dengan kehendak-Nya. Itu sebabnya kita harus terus bertekun di dalam doa sampai kita mengetahui jawaban yang Tuhan berikan, atau sampai Tuhan memberikan jawaban-Nya. Ajaran kekristenan meminta kita untuk bersabar, bertekun dan setia. Kita tidak akan mendapakan apa yang kita inginkan, jika kita tidak belajar bersabar menantikan Tuhan.

               Seperti janji Tuhan, bahwa Ia tidak akan mengulu-ulur waktu untuk menolong anak-anak-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya. Kita hanya memerlukan ketekunan dan iman yang teguh bahwa Tuhan pasti menjawab doa kita. Jangan jemu-jemu berdoa dan nantikan waktu Tuhan, karena waktu-Nya selalu tepat dan tidak pernah terlambat.

Doa tanpa ketekunan jarang mebuahkan hasil yang manis.

Tidak ada orang yang menerima kehormatan denga menerima dari orang lain. Kehormatan merupakan balasan dari apa yang kita berikan. ( Calvin Coolidge )


               

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment