Saya melonggarkan sabuk pengaman setelah pesawat yang saya tumpangi lepas landas. Tak lama kemudian seorang pria menghampiri saya dan berkata,” Pak, saya mengenal anda dan mungkin anda tidak lagi mengenal saya. Delapan belas tahun yang lalu, anda mengunjungi rumah saya saat saya berusia 12 tahun. Anda mendoakan dan mengurapi saya, sehingga saya sembuh dari kelumpuhan. Sejak saat itu saya tidak pernah memiliki masalah dengan kaki saya. “ Saya mencoba mengingat-ingat dan kemudian memintanya untuk duduk di kursi kosong yang ada di sebelah kanan saya.” Duduklah di sampingku. Ceritakan padaku apa yang kau alami setelah sembuh!” “ Saya sudah menikah dan memiliki tiga orang anak. Kami tinggal di negara yang mayoritas penduduknya adalah non Kristen. Saya bekerja di sebuah bank dan mempunyai kedudukan yang baik disana. Saya mengajar anak saya dan beberapa orang anak tetangga tentang Firman Tuhan, ketika pihak pemerintah mengetahui apa yang saya lakukan, mereka memerintahkan saya untuk meninggalkan negeri itu. Mereka tidak hanya mengusir saya sekeluarga, tetapi mereka juga merampas rumah dan uang tabungan kami. Karena itu saya ada di pesawat ini, saya ingin mencari pekerjaan di San Francisco. Pak, maukah anda berdoa supaya Tuhan menuntun langkah saya ? saya harap ketika saya sampai di San Francisco nanti, saya segera mendapatkan pekerjaan.” Saya sangat prihatin pada apa yang dialaminya, karena itu saya merangkul pundaknya dan berdoa,” Tuhan, FirmanMu berkata ‘ beserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, maka Aku aka meluputkan engkau dan memuliakan engkau.’ Tuhan buatlah mujizatMu atas hidup anak yang Kau kasihi ini. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin. “ setelah selesai berdoa, tiba-tiba pria yang duduk di sebelah kiri saya berkata,” Maafkan saya karena saya telah mendengar pembicaraan anda berdua, dan saya juga ikut berdoa saat anda mendoakannya. Pak, mungkin Tuhan sudah menjawab doa kita.” “ Bagaimana anda bisa tahu “? Tanya saya penasaran. “ Pak, saya adalah Presiden Bank Amerika di Chicago dan sekarang saya hendak mengunjungi sahabat saya yang juga adalah Presiden Bank Amerika di San Francisco. Saya menjamin bahwa dia akan diterima bekerja disana,” katanya sambil tersenyum. Saya sangat gembira mendengarnya. “ di ketinggian 37.000 kaki dari permukaan bumi kita terbang, belum lagi kita sampai ke bumi, Tuhan sudah menjawab doa kita. Tuhan menjawab jauh dari apa yang kita harapkan.”
Ada saat di dalam hidup ini, dimana kita mengalami hal-hal sukar yang tidak dapat kita selesaikan dengan kekuatan kita sendiri. Tetapi jika kita menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan Tuhan, maka Dia yang Perkasa akan mengulurkan TanganNya menolong kita.
Iman terbukti ketika di masa sukar kita tetap percaya kepada Tuhan.
Bukan beratnya pekerjaan yang membuat seorang pemalas menjadi capek, tetapi pikirannya yang mengatkan bahwa ia harus bekerja. ( Albert Brie )

0 komentar:
Post a Comment