Seminggu itu Yerusalem diwarnai dengan kejadian yang spektakuler. Kematian Yesus membuat tabir Bait Suci terbelah dua, gempa bumi yang dahsyat, dan bukit-bukit batu terbelah (Mat 27 : 51). Tiga hari kemudian terjadi lagi peristiwa yang sama, yaitu gempa bumi yang memberitakan kebangkitan Yesus Kristus, Sang Juruslamat dunia. Kubur yang ditutup dengan batu besar, dijaga sangat ketat oleh para prajurit Roma, dan alam maut yang menyeramkan tidak berkuasa menahan kebangkitan Sang Mesias. Jika maut tidak berkuasa atas Dia, itu berarti ada harapan yang sangat indah bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Kebangkitan Yesus atau Paskah memberi kebahagiaan dan arti tersendiri bagi orang-orang Kristen di seluruh dunia. Misalnya, gereja-gereja Ortodoks yang banyak terdapat di Rusia, Yunani dan Eropa Timur, mereka menyatakan luapan sukacita Paskah dengan menyapa orang Kristen lainnya dengan salam yang khas. “Kristus Tuhan! Kristus sudah bangkit!” kemudian orang yang menerima salam itu akan menjawab,”Benar,Dia sudah bangkit!”
Ada dua arti penting dalam kebangkitan Yesus, sehingga kita patut bersukacita:
Pertama, kebangkitan-Nya memberi kita kepastian akan hari esok. Kebangkitan Yesus menjadi awal yang indah bagi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dosa membuat manusia kehilangan harapan dan kesempatan untuk menikmati hari yang indah di kekekalan bersama dengan Allah, tetapi kebangkitan Yesus mengembalikan harapan yang pernah sirna itu. Siapa saja yang percaya dan mengakui bahwa Yesus sudah mati bagi dosa-dosanya dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga, akan mendapatkan jaminan untuk menikmati hidup yang kekal di sorga. Sekali pun kita nanti mati, tetapi maut tidak lagi berkuasa atas kita, karena Kristus memberi jaminan bagi kita untuk mengalami kebangkitan seperti yang dialami-Nya. “ Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.” ( Rom 6 : 5)
Kedua, kebangkitan-Nya menepis rasa takut pada kematian. Jangan takut pada kematian tubuh yang fana ini, karena Yesus telah mengalahkan maut. “ Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.” (Rom 6 : 9). Kalau kita sudah menerima dan memiliki Yesus di dalam hidup kita, apa lagi yang kita takutkan di dunia yang sudah ditaklukan-Nya? Ingatlah, memiliki Yesus berarti memiliki hidup, meskipun kita sudah mati. “ Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” ( Yoh 11 : 25 ). Kapan pun kematian menjemput, kita tidak perlu takut karen sekarang kita ada di tangan Sang Penakluk maut.
Kebangkitan Yesus “memandulkan” sengat maut yang membinasakan.
Ada dua hal yang kamu inginkan dalam kehidupan ini, yaitu mendapakan apa yang kamu inginkan, dan menikmati apa yang kamu dapatkan. Hanya orang bijak yang sanggup meraih keduanya. –Logan Persall Smith-

0 komentar:
Post a Comment