Kesakitan yang luar biasa membuat air mataku tidak dapat ku tahan lagi. Hanya karena Allah saja aku tidak banyak berkata-kata untuk membela diri, ketika HRD Manager perusahaan tempatku bekerja selama 4,5 tahun ini mengatakan bahwa perusahaan memberiku waktu untuk mencari perusahaan lain. Di dalam kepedihan yang sangat, aku bersyukur dan percaya kepada Allah, karena semuanya ini pasti merupakan bagian dari rencanaNya yang indah dan tidak pernah gagal. Biarlah Allah saja yang membelaku dan menunjukan keadilanNya.
Aku segera menghubungi gembalaku dan peneguhan yang luar biasa kudapatkan. “ Sekalipun engkau ada di lembah kekelaman, engkau tidak usah takut, sebab engkau punya Allah yang sangat bisa dipercaya. Dia pasti menyediakan pekerjaan yang lebih baik. Teguhkan dan kuatkanlah hatimu, jangan takut dan hadapi dengan imanmu “.
Setelah tenang berpikir, aku menulis e-mail kepada HRD Manager bahwa aku menghormati keputusan perusahaan. Aku minta perusahaan untuk menjelaskan sejauh mana aku tidak dapat mencapai ekspektasi perusahaan dan sejauh apa perkiraan perusahaan bahwa aku tidak akan dapat mengikuti derap langkah manajemen yang baru. Sebelum ku kirim, aku berdoa memohon tuntunan firmanNya, dan tanganku membuka Mazmur 69.
Dalam perjalanan pulang segala rincian tangung jawab yang harus dapat ku penuhi dengan gajiku tertera dengan jelas di kepalaku. Air mataku kembali mengalir, rasa sakit dan ketidakadilan kembali menyeruak dari hatiku dan ditambah dengan serangkaian sakit kepala yang sangat. Aku berdoa, berperang menghancurkan kuasa iblis yang menekan hati, pikiran dan tubuhku. Aku percaya, iman, kasih, dan pengharapanku kepada Allah tidak pernah sia-sia, sebab aku memiliki Allah yang bertanggung jawab atas hidup anak-anakNya. Aku tahu bahwa aku sedang masuk dalam bagian dari proses dan rencanaNya yang indah.
Yusuf juga mengalami ketidakadilan ketika ia bekerja di rumah tuannya Potifar. Ia tidak hanya di PHK, akan tetapi ia juga dijebloskan ke dalam penjara tanpa diberi kesempatan untuk membela diri karena telah difitnah oleh istri tuannya Potifar. Di PHK tanpa alasan yang jelas adalah ketidakadilan, namun ada satu hal yang dapat kita pegang bahwa kebenaran dan hak orang benar akan muncul jika ia menyerahkan semuanya ke tangan Allah, dan tidak membalas ketidakadilan yang dunia lakukan kepadanya. Tidak ada satu orang manusia pun di muka bumi ini, yang dapat menghalangi pemunculan hak, kebenaran serta pembelaan Allah atas hidup orang-orang benar.
Pembelaan Allah seperti mentari pagi, bila tiba saatnya ia akan terbit.
Anda tidak sendirian jika ditemani oleh pikiran yang mulia. ( Sir P. Sydney )

0 komentar:
Post a Comment