Saturday, July 30, 2016

Life Is Not For Money

Semua orang hidup pasti membutuhkan yang namanya uang. Itu pasti dan tidak bisa di pungkiri bahwa setiap manusia memerlukan uang dalam kehidupannya, entah itu untuk makan, minum, kebutuhan sekolah, kebutuhan kuliah, anak-anak, keluarga, kebutuhan rumah tangga, dll, apapun itu. Yang akhirnya menyimpulkan bahwa setiap manusia membutuhkan uang, bahkan termasuk orang mati pun tetap membutuhkan uang, untuk membeli petinya, pemakamannya, acaranya, dll.

    Lalu apa makna dari tema ini “ Life Is Not For Money “ ?.

               Ada seorang miskin yang mempunyai uang Rp. 20.000,- hasil dari upah pekerjaannya kemarin, ia membeli makanan dari uang hasil pekerjaannya tersebut dan ia begitu menikmatinya, sedangkan ada seorang kaya yang pekerjaanya dapat menghasilkan uang sampai bermilyiar-milyiar rupiah per hari, namun untuk sarapan pagi pun ia tidak sempat, karena di pagi hari ia harus cepat-cepat pergi ke perusahaannya untuk mengontrol anak buahnya, meeting ini, meeting itu, dan agenda-agenda lainnya sehingga ia melewatkan sarapan paginya bersama keluarganya, lalu karena begitu banyak kesempatan untuk menghasilkan uang, ia pun menggunakan waktu istirahat makan siangnya untuk tetap bekerja menghasilkan uang, tidak berhenti disitu bahkan ia mengambil lembur sampai larut malam, sehingga sesampainya dirumah ia pun langsung berbaring dan tertidur hingga tak sempat untuk makan malam lagi karena kelelahan.

               Kita tahu bahwa banyak orang kaya yang hidup berkelimpahan dan berkemewahan namun mereka tidak bahagia, sedangkan ada orang-orang yang belum pernah sama sekali menikmati hidup seperti orang kaya itu, namun mereka dapat menikmati hidupnya lebih dari orang kaya tersebut. Mengapa demikian ? Ada banyak sekali orang di dunia ini yang hidupnya sudah dikuasai oleh uang, mereka memberi diri mereka untuk uang, mereka diperbudak oleh uang dan harta yang mereka miliki sendiri yang membuat manusia bisa berubah, berubah menjadi egois, hidup bagi diri sendiri, sombong dan jauh dari Allah.

               Lalu untuk apa kita kuliah selama 4, 5, 6 sampai 7 tahun ? untuk apa kita bersekolah ? untuk apa kita bekerja mati-matian kalau bukan untuk uang ? bukankah kita melakukan hal-hal itu untuk mendapakan uang demi kelangsungan hidup kita ? Ingat selama 6 hari Allah bekerja tidak pernah Ia dalam salah satu hari itu menciptakan yang namanya uang, namun kebanyakan manusia, ciptaan yang dibuat oleh Allah dengan istimewa, ciptaan yang paling mulia dan ciptaan yang diberikan mandat untuk berkuasa atas bumi itu malah menjadi hamba uang yang bahkan Allah sendiri tidak pernah menciptakannya. Cerita sama yang pernah terjadi ribuan tahun yang lalu ketika bangsa Israel membuat patung seekor lembu emas yang dijadikan dewa bagi mereka yang untuk mereka sembah ( Kel 32 ). Bahkan manusia sekarang ini sudah kehilangan yang namanya hakekat hidup, hakekat bekerja, manusia hanya berpikir bahwa kita sekolah, kita kuliah, kita bekerja hakekatnya adalah untuk uang. Benarkah ? tidak sama sekali. Alasan pertama kita bekerja adalah karena teladan yang Allah berikan kepada kita bahwa Ia juga bekerja dan tetap bekerja hingga sampai hari ini, apakah Ia mendapatkan uang ?. Alasan kedua kita bekerja, jika kita masih membutuhkan alasan untuk bekerja adalah Allah sendiri yang memberikan kita mandat untuk bekerja, untuk mengelola bumi ini dengan baik dan bijaksana, bagaimana caranya kita mengelola bumi dengan tidak bekerja ?. Dan alasan ketiga kita bekerja adalah untuk berkarya, berkarya bagi bangsa ini, berkarya untuk mengelola bumi yang Allah percayakan untuk kita jaga dengan baik ini. Namun ajaran-ajaran dunia ini terus memasuki kepala kita sehingga kita kehilangan hakekat hidup kita, hakekat mengapa kita bekerja, dll. Bahkan ada banyak perkataan dunia yang mengatakan tentang mudahnya pola kehidupan itu bahwa pola hidup itu adalah lahir, sekolah, bekerja, menikah, menjadi kakek-nenek dan meninggal. Ingatlah saudaraku bahwa Allah tidak sedangkal itu menempatkan manusia di bumi.

    Lalu apa yang harus kita lakukan :

1.    Tetap cari Allah dalam setiap aspek kehidupan kita, apapun itu dan tetap menempatkan Allah diatas kita bukan uang yang di atas kita. “ Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu “ ( Mat 6 : 33 ).

2.    Allah menciptakan manusia untuk berkuasa atas bumi ini, maka berkuasalah atas uang bukan uang yang berkuasa atas kita. “ Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “ Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” ( Ibr 13 : 5 ).

3.    Tetap memuji dan menyembah Dia dalam setiap waktu kita, jangan sampai kita tidak mempunyai waktu untuk memuji dan mencari Allah karena kita sibuk untuk mencari uang. “ Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. “ ( 1 Tim 6 : 10 ).

4.    Jangan pernah kuatir akan apapun jua. “ Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. “ ( Mat 6 : 34 ).

TUHAN MEMBERKATI

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment