Saturday, July 23, 2016

About Time

1Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman – maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin – mereka pasti tidak akan luput. 4Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 9Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 10yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. ( 1 Tesalonika 5 : 1 – 11 ).

                Seperti yang kita ketahui bersama bahwa waktu adalah salah satu pemberian yang Tuhan berikan kepada setiap kita, sama lamanya setiap orang tanpa terkecuali, baik kita tinggal di daerah manapun, di Negara manapun bahkan di belahan bumi mana pun, kita tetap memiliki panjang waktu yang sama setiap harinya. Namun kebanyakan diantara kita malah merasa seperti kekurangan waktu. Mengapa hal itu dapat terjadi ? kita tahu pasti jawaban dari pertanyaan itu bahwa kita tidak menggunakan waktu-waktu itu dengan baik dan bijaksana sehingga kita merasa seperti kekurangan waktu di dalam kehidupan kita.

                Waktu terbagi menjadi 2 bagian, yaitu kronos dan kairos. Kronos adalah waktu periodik, maksudnya adalah kita tahu bahwa hari ini, tanggal sekarang ini dan bahkan waktu sekarang ini pasti akan terjadi lagi, entah itu minggu depan, bulan depan atau tahun depan, itu pasti datang dan pasti akan ada lagi, contohnya pada hari sabtu pukul 20.00 WIB pasti akan ada lagi hari sabtu pukul 20.00 WIB berikutnya, entah itu minggu depan, bulan depan ataupun tahun depan.  Sedangkan kairos adalah kesempatan, maksudnya adalah kita tahu bahwa waktu kronos pasti akan terjadi lagi entah minggu depan, bulan depan ataupun tahun depan, namun waktu kairos menanggapi mengenai kesempatan yang terjadi pada waktu itu, kondisi pada waktu itu, suasana pada waktu itu, yang kita sadari bahwa waktu itu mungkin tidak akan terjadi lagi, contonya pada hari sabtu pukul 20.00 WIB kita sedang bersama-sama dengan sahabat kita, mendiskusikan suatu pembahasan yang menyenangkan dan lain sebagainya, yang kita tahu bahwa entah itu minggu depan, bulan depan ataupun tahun depan, hal itu tidak akan pernah terjadi lagi. Mungkin akan beda pembahasan, bedanya suasana yang terjadi dan bahkan akan adanya perbedaan umur yang terjadi dari pertemuan kita yang sebelumnya. Itu yang dimaksud dengan waktu kronos dan kairos. Sehingga kita dapat menarik kesimpulan bahwa waktu itu tidak akan pernah kembali atau menunggu kita. Waktu akan terus berjalan dan terus berjalan sehingga menyebabkan kita merasa kekurangan waktu jika kita tidak bergerak dari kemalasan kita atau bangun dari kelemahan kita.

                Lalu bagaimana cara menyikapinya :

1.       Jangan pernah membuang-buang waktu. Kita tahu bahwa Alkitab ( Firman Tuhan ) berkata bahwa umur manusia itu singkat, sekitar 70 – 80 tahun. Maka dari itu baiklah kita seperti yang dikatakan pada ayat 6 di atas “ Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. “  Menyatakan kepada kita bahwa kita tidak boleh hidup seperti orang yang tidur yang tidak memiliki kegerakan, yang menyerah pada keadaanya dan yang pasrah pada kelemahannya, sehingga menjauhkan kita dari sumber-sumber berkat yang Allah ingin sampaikan kepada kita. Namun kita harus hidup seperti anak-anak terang seperti yang di katakan pada ayat 5 “ karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. “ Kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan cara melakukan segala hal yang positif. Bukan berarti kumpul-kumpul dengan teman, dengan tetangga tidak boleh, namun apakah dari waktu-waktu itu kita tetap menghasilkan sesuatu yang positif, bukan hanya membicarakan hal-hal yang kosong ataupun melakukan hal-hal yang kosong dan negative dengan mengisinya dengan bermain kartu atau bahkan di sertai dengan botol-botol lainnya. Namun mengisinya dengan ide-ide dan tindakan-tindakan yang membangun, entah itu untuk kemajuan kelompok kita, lingkungan tempat tinggal kita, kantor kita, sekolah kita, apapun itu.

2.       Memiliki pandangan yang benar tentang waktu. Dalam sebuah cerita ada seseorang tua yang sakit dan yang tidak memiliki apa-apa dalam hidupnya, berkata “ andai saja saya memenangkan sebuah lotre yang hadiahnya adalah mengembalikan waktu sejauh 20 tahun kebelakang, maka saya berjanji akan melakukan segala hal dengan sebaik mungkin dan bahkan waktu tidur saya akan saya kurangi menjadi 4-5 jam saja dalam sehari. “ Yah, benar sekali bahwa waktu takkan pernah kembali lagi, bahkan jika mesin waktu sekalipun ditemukan saya yakin bahwa waktu tidak akan pernah kembali lagi, yang ada waktu akan terus berjalan dan terus berjalan tanpa pernah berbalik. Dan dari cerita itu pun kita akan dapat menyimpulkan betapa berharganya waktu itu dalam kehidupan kita, mengapa laki-laki itu tidak berharap memenangkan harta yang melimpah saja yang akan dia wariskan untuk anak cucunya, atau berharap mendapatkan hadian keliling eropa di masa tuanya ?

3.       Berbagi dengan sesama. Setelah kita menyadari bahwa waktu tidak akan pernah kembali lagi, maka mulailah nikmati hidupmu, nikmati setiap waktu yang Tuhan percayakan kepada setiap kita, mulai dari kita bangun pagi, memulai dengan pimpinan Tuhan, melakukan berbagai tugas dan aktivitas kita, bahkan dalam setiap kejadian yang tidak kita sukai ( dimarahi, penolakan, dll ), hingga kita menutup hari itu di dalam Tuhan. Tetap nikmati karya Tuhan dalam hidup kita, terus berjaga-jaga dan semakin rindu untuk menggunakan waktu kita untuk bersekutu dan mencari Allah yang kita tahu bahwa Allah hanya sejauh doa. Saling berbagi nasihat, saling memberikan semangat, saling mengingatkan dan saling membangun ” Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. “ dan yang terakhir bersaksilah.

Waktu didesain Allah agar kita hidup didalam kedisiplinan.
TUHAN MEMBERKATI …….. :) :)

 

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment