Saturday, July 9, 2016

Yang Ini atau Yang Itu ?

Apa Tujuan hidupmu ? apa visi hidupmu ? saya yakin banyak diantara kita yang hanya sekedar membaca dan melewati pertanyaan itu tanpa mencoba menjawabnya dalam hati kita masing-masing. Kebanyakan orang di dunia hampir tidak tahu apa sebenarnya tujuan hidupnya ? dan mengapa ia hidup ? kebanyakan orang hanya sekedar mengikuti aliran air yang sedang mengalir, jika aliran air itu ke hilir maka orang itu pun akan pergi ke hilir dan jika aliran air itu mengalir ke hulu maka orang itu pun akan pergi ke hulu. Namun kita lupa akan kehendak dan rencana Tuhan dalam hidup kita, mengapa Ia menempatkan kita di aliran air tersebut ? apakah untuk mengikuti aliran air tersebut ? atau untuk melawan aliran air tersebut ?.

                Kita pasti pernah mendengar kalimat seperti ini : “ hidup adalah pilihan “. Yap benar sekali hidup adalah pilihan, dan kita selalu diperhadapakan dengan yang namanya pilihan. Entah itu tentang apakah aku boleh berpacaran ? jika berpacaran, berpacaran dengan siapa ? tinggal dimana ? apakah aku kuliah atau bekerja ? kalau kuliah, kuliah dimana ? juruasan apa ? bekerja dimana ? bekerja sebagai pegawai swasta atau wiraswasta ? banyak pilihan yang sedang kita hadapi. Pertanyaannya adalah apakah pilihan itu kita pilih dengan menimbang-nimbang dari hasil pemikiran kita manusia atau buah dari pergumulan kita bersama dengan Allah.

                Dalam Amsal 16 : 1 tertulis “ manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada Tuhan “. Kita sebagai manusia berhak dan dapat menimbang-nimbang semua pilihan tersebut dalam hati kita, menimbang dengan menggunakan pemikiran kita, namun tetap saja jawaban lidah berasal dari Tuhan. Mungkin kita mempunyai rancangan masa depan yang sudah kita atur sedemikian, lulus SMA/SMK usia 18 tahun, masuk perguruan tinggi ternama, mengambil jurusan yang kita sukai, lulus perguruan tinggi usia 22 tahun, bekerja di perusahaan multi nasional, menikah usia 27 tahun, punya anak 1, anak 2, anak 3, dsb. Kita dapat merancang jalan hidup kita kedepan, namun tetap jawaban lidah berasal dari Tuhan, bukan berarti rancangan kita tidak bagus, namun Tuhan punya rancangan yang lebih indah bagi hidup kita.

               Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita ? dalam Amsal 16 : 2 tertulis “ segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati “. Yap benar sekali setiap kita pasti merasa bahwa jalan yang sedang kita jalani pada saat ini adalah jalan yang bersih menurut pandangan kita sendiri, atau mungkin kita sudah memilih pilihan-pilihan tersebut dan akhirnya merasa bahwa pilihan ini yang paling tepat. Namun apakah itu merupakan kehendak Allah dalam hidup kita ? lalu bagaimana cara mengetahui kehendak Allah ?

               Kita pasti tahu dan pernah mendengar dalam kitab perjanjian lama bangsa Israel menggunakan undi sebagai alat atau cara untuk mengetahui kehendak Allah, mereka membuang undi untuk pembagian tempat tinggal atau tempat pusaka bagi setiap suku Israel, mereka membuang undi untuk mengetahui mengapa kapal yang mereka tumpangi bersama Yunus disertai dengan badai dan hampir tenggelam. Dalam Amsal 16 : 3 tertulis “ serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu “ semua jawaban dari setiap pertanyaan kita atau setiap pilihan di dalam hidup kita ada di dalam Tuhan yang mengatur hidup kita, serahkan semuanya kepada Dia, terbuka dan bergumullah bersama Dia. Karena Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka ( Amsal 16 : 4 ). Yakinlah bahwa Tuhan tidak sedang bermain-main diatas sana, Dia masih setia untuk mengontrol jalan hidup kita.

               Ingat bahwa pemilik hidup ini adalah Allah bukan diri kita sendiri, memang kita diberi kehendak bebas, namun Allah tetap memegang kendali dalam hidup kita. Mari kita serahkan semua kepada Tuhan, ajak Dia bergumul bersama kita karena jika Allah di pihak kita maka siapa yang jadi lawan kita dan yang paling penting terbukalah di hadapan-Nya, terbuka akan setiap keinginan kita, mimpi-mimpi kita, tidak salah kalau kita mempunyai rancangan dalam hidup kita, tidak salah kalau kita mempunyai mimpi-mimpi yang tinggi, namun terbukalah dihadapan-Nya dan ceritakan semuanya kepada Dia sekalipun Dia sudah mengetahui apa yang ada di dalam pikiranmu sebelum kita mengatakannya. Lihat dari sudut pandang Allah jika rancangan itu terlihat kurang menarik bagi pandangan kita karena Allah lebih mengetahui rancangan yang terbaik bagi anak-anak-Nya dibandingakan kita sendiri. Jadi, apa kehendak Allah dalam hidupmu ? mari bersama-sama temukan.

“ Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. “ ( Amsal 19 : 21 )

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment