Kita tahu dan kita sepakat bahwa ada perbedaan yang terdapat antara pencobaan dan ujian. Bahkan dari tema kita saat ini pun sudah menunjukkan adanya sebuah pertentangan antara pencobaan dan ujian. Namun mari kita kembali melihat kebenaran yang Allah nyatakan kepada kita. Dalam Yakobus 1 : 2 – 3 ada tertulis “ saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan “. Dalam surat Yakobus ini kita dapat melihat bahwa seolah-olah Yakobus menyamakan antara yang namanya pencobaan dengan ujian. Bahkan dua-duanya menghasilkan kebaikan bagi kita yaitu menghasilkan ketekunan. Yakobus 1 : 12 “ Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia “. Jelas kita dapat melihat bahwa di dalam Yakobus 1 : 2-3 ; 12 Yakobus menulis seolah-olah pencobaan dan ujian adalah sama. Namun di dalam Yakobus 1 : 13 Yakobus juga menuliskan bahwa ada perbedaan yang terdapat antara pencobaan dan ujian “ Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata “ pencobaan ini datang dari Allah!” sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun “. Bukankah di ayat 2-3 Yakobus menuliskah bahwa pencobaan dan ujian sama-sama mendatangkan sesuatu yang baik, dan kita tahu bahwa segala sesuatu yang baik datang dari Allah, namun di ayat 13 Yakobus menuliskan kembali bahwa Allah tidak pernah mencobai siapa pun. Apa yang terjadi dengan Yakobus dalam menuliskan surat ini ? apakah ia ingin membuat kita bingung ?
Kita tahu bahwa Yakobus adalah salah satu teolog yang sangat berpengaruh, dia juga memilik pengertian yang sama dan teolog yang sama seperti yang di tuliskan oleh Paulus dan apa yang di katakan oleh Tuhan Yesus, rasul-rasul dan nabi-nabi yang lain. Dalam surat Yakobus ini, dia tidak sedang mencoba membuat kita bingung, namun dia sangat tegas menuliskan bahwa ada perbedaan antara pencobaan dan ujian. Dalam bahasa asli yang Yakobus tuliskan ada perbedaan antara pencobaan dan ujian. Dalam konteks pencobaan, Yakobus menyatakan hubungan dengan dosa dan iblis dan dalam konteks ujian, Yakobus menyatakan hubungan dengan Allah. Dan mari kita melihat kepada cerita Ayub, kita dapat melihat bahwa di dalam Ayub 1 LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ) memberi judul “ Kesalehan Ayub dicoba “. Namun apa yang Ayub katakan ? Ayub berkata dalam Ayub 23 : 10 “ Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas “. Sekarang kita tahu bahwa segala sesuatu yang Allah ijinkan terjadi di dalam hidup kita itu adalah ujian dan Allah tidak pernah mencobai siapa pun. Lalu mengapa LAI memberikan judul “ Kesalehan Ayub dicoba “ kemungkinan LAI berfokus kepada pencobaan yang iblis lakukan. Konteks yang bisa mengubah arti.
Dalam buku Ujian dan Pencobaan yang di tulis oleh Pdt. Stephen Tong dengan berdasarkan keseluruhan Alkitab ia menuliskan bahwa ada 4 perbedaan yang terdapat antara pencobaan dan ujian :
1. Perbedaan sumber. Ujian adalah berasal dari Allah dan pencobaan adalah berasal dari Iblis/setan, daging/diri kita sendiri dan budaya dunia.
2. Perbedaan motivasi. Ujian bermaksud baik sedangkan pencobaan bermaksud ingin menjauhkan kita dari Allah.
3. Perbedaan tujuan. Ujian mengkonfirmasi bahwa kita sedang berjalan dalam anugerah keselamatan yang Allah berikan kepada kita sedangkan pencobaan bertujuan untuk memisahkan dan menjauhkan kita dari Allah dan membuat kita menjadi anak-nak iblis dan menjadi serupa dan sama seperti iblis.
4. Perbedaan fenomena. Ujian selalu dimulai dengan yang namanya kesulitan, kesusahan, kesedihan yang akhirnya jika kita berhasil akan menghasilkan ketekunan, kesejahteraan, mahkota kehidupan sedangkan pencobaan selalu dimulai dengan yang namanya kenyamanan, kenikmatan dan segala hal yang manis dilihat yang akhirnya membawa kita kepada maut.
Prinsip pencobaan sama halnya seperti burung-burung yang banyak beterbangan di atas kepala kita, namun burung-burung itu tidak pernah membuat sarang atau bahkan bertelur di kepala kita karena kita tidak akan mengijinkannya. Begitu juga dengan pencobaan, pencobaan akan selalu datang dalam hidup kita karena iblis tidak akan tinggal diam saja, namun jangan ijinkan pencobaan itu datang dan berdiam lama dalam kehidupan kita.
Banyak orang-orang yang hidup sungguh-sungguh dihadapan Allah, hidup dalam pelayanan, hidup takut akan Tuhan, namun mereka tetap mengalami kesulitan-kesulitan hidup, masalah keluarga, masalah keuangan, persoalan hidup, masalah perkuliahan, masalah pekerjaan, dll. Ingatlah bahwa ketika kita hidup didalam Tuhan, Tuhan tidak pernah menjanjikan kita akan lepas dari yang namanya pencobaan dan ujian bahkan semakin dekat kita dengan Allah maka akan semakin banyak pencobaan dan ujian yang akan kita hadapi, bahkan Tuhan Yesus pun mengalami pencobaan ( Mat 4 ) dan ujian kesetiaan di kayu salib yang akhirnya membawa kita dapat menikmati hidup bersama Allah di surga-Nya yang kekal.
Cara menghadapi ujian dan pencobaan :
1. Perbaiki perspektif atau pandangan kita tentang ujian dan pencobaan. ( Yak 1 : 2-3 ; 12 ) yaitu bahwa ujian dan pencobaan itu menghasilkan ketekunan dan mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah. Jangan sampai kita memiliki pandangan yang salah karena jika kita terjebak maka dampaknya kita akan mengasihani diri dan menyalahkan orang lain, keadaan bahkan Allah sendiri.
2. Hidup berhikmat. ( Yak 1 : 5 ) “ Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit -, maka hal itu akan diberikan kepadanya “. Mintalah hikmat dan kekuatan kepada Allah bukan berdoa dan berpuasa agar ujian atau pencobaan itu dilepaskan dan dilalukan dari kita. Nikmati setiap proses yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita bahwa untuk mendapatkan mahkota yang kekal kita harus siap untuk menjadi pribadi yang Allah ingini.
3. Teladani Tuhan Yesus. ( Mat 4 : 1 ) Tuhan Yesus memberi diri dipenuhi oleh Roh, ( Mat 4 : 4 ; 7 ; 10 ) Tuhan Yesus menghidupi Firman Tuhan dan menggunakannya untuk melawan iblis, bukan hanya sekedar tahu dan di hapal namun benar-benar menghidupi Firman, ( Mat 4 : 10 ) Menolak kuasa iblis dan melawannya tanpa berkompromi sedikit pun. ( Mat 4 : 2 ) Yesus menjaga relasi dengan Allah bahwa sebelum Ia di cobai, Ia berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam.
Akhirnya, ingatlah bahwa pada saat kita mengalami pencobaan ataupun ujian teruslah dekat dengan Allah. Tujuan Allah mengijinkan pencobaan dan ujian itu terjadi di dalam hidup kita adalah agar kita menjadi orang yang diingini-Nya dan layak menjadi persembahan yang harum bagi Allah.
“ Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya “ -1 Korintus 10 : 13-

0 komentar:
Post a Comment