“ 23Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal, yang melakukan perdagangan di lautan luas; 24mereka melihat pekerjaan-perkerjaan Tuhan, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam. 25Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya. 26Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka; 27mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk, dan kehilangan akal. 28Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, 29dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. 30Mereka bersukacita sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. 31Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. 32Biarlah mereka meninggikan Dia dalam jemaat umat itu, dan memuji-muji Dia dalam majelis para tua-tua.” ( Mzm 107 : 23 – 32 ).
Di tahun 2015 yang telah kita jalani, banyak sekali peristiwa tragis yang terjadi di perairan Indonesia. Berapa banyak peristiwa kapal yang tenggelam baik karena kesalahan manusia yang mengelolanya ataupun karena kondisi perahu yang sudah tidak layak untuk dinaiki penumpang. Kesalahan-kesalahan yang dimaksud misalnya : penumpang yang melebihi kapasitas muatan kapal. Kapal yang tidak layak untuk beroperasi, kapal dipaksa beroperasi di tengah cuaca buruk, dan masih banyak lagi. Ketika peristiwa tragis itu terjadi, banyak korban jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kenyataan ini membuat keluarga korban sangat berduka karena kehilangan anggota keluarga yang sangat dikasihi. Dalam keadaan seperti itu, apakah keluarga hanya meratapi kepergian anggota keluarganya tadi tanpa melihat bahwa Tuhan yang Empunya kehidupan telah menyiapkan rancangan masa depan yang indah ? atau tidakkah keluarga dapat merasakan, didalam kepahitan hidup sekalipun kasih Tuhan masih terus mengalir ?
Firman Tuhan yang kita baca saat ini berbicara tentang orang yang berlayar di laut dan diselamatkan. Mazmur 107 : 23 – 32 berbicara tentang sekelompok orang yang sedang melakukan perjalanan pelayaran yang jauh dan sedang menghadapi kondisi yang sangat menakutkan yaitu kapal yang sedang mereka tumpangi sedang dalam bahaya dan akan tenggelam. Gelombang lautnya yang dahsyat itu mengombang-ambingkan bahkan melemparkan perahu mereka. Dan hal yang menakutkan itu adalah pekerjaan Tuhan. Tetapi apabila mereka berseru kepada Tuhan, maka mereka diselamatkan, dan gelombang-gelombang itu reda.
Bagian Mazmur ini merupakan contoh bagaimana Allah melepaskan mereka yang berada dalam kesesakan. Kelepasan ini mencakup pembebasan dari kesusahan di laut. Laut dan samudera raya sering menjadi lambang untuk kekuasaan kekacauan yang mematikan. Mereka yang diselamatkan diajak untuk memuji Tuhan.
Kehidupan yang kita jalani ibarat kita sedang naik perahu menuju dermaga. Ketika ombak dan gelombang bersahabat dengan kita, maka kita akan menikmati betapa indahnya naik perahu dan melihat pemandangan yang indah. Tetapi ketika angin kencang datang, cuaca tidak bersahabat, perahu menjadi oleng. Kita takut, panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Yang dipikiran adalah apakah kita akan selamat atau ikut tenggelam bersama kapal yang karam ? ombak dan gelombang dahsyat adalah pergumulan-pergumulan dalam hidup kita yang bisa membuat kita tegar dan terus berjuang. Namun ada kalanya ombak dan gelombang itu membuat kita frustasi dan berhenti berjuang, sehingga kita sering mendengar bagaimana orang nekat mengakhiri hidupnya ketika beban hidup dirasakan sangat berat.
Hitunglah berapa banyak kasih Tuhan yang telah kita rasakan selama kita hidup hingga sekarang, bukankah ada banyak pertolongan yang Tuhan sudah berikan. Terkadang kita hanya fokus kepada badai kehidupan yang membuat kita tidak sanggup melihat pertolongan tersebut. Maka sekarang, mari kita renungkan betapa banyak pertolongan Tuhan dan jangan pula kita lupa untuk mengucap syukur atasnya ( ay. 30 – 32 ).
Pertanyaan Pendalaman :
1. Pergumulan berat apakah yang pernah kita alami dalam hidup ini, yang tidak dapat kita lupakan ?
2. Bagaimana pengalaman saudara tentang penyertaan Tuhan yang sungguh luar biasa dalam hidup kita ?
Pdt. Titin Meryati Gultom, S.Si

0 komentar:
Post a Comment