Surat Filipi kadang disebut sebagai surat sukacita karena dalam surat yang terdiri dari 4 pasal itu ditemukan istilah “sukacita” sebanyak 13 kali. Rasul Paulus mengajak pembaca dan warga jemaat agar bersukacita di dalam Tuhan, bahkan dalam menyongsong kedatangan-Nya yang sudah mendekat. “ Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! “ ( Filipi 4 : 4-5 ). Rasul Paulus menuliskan dan mengirim surat ini ketika dia berada di penjara dan dipenjarakan karena Injil Kristus, namun menghimbau jemaat agar senantiasa bersukacita. Mengapa ? sebab yang pertama adalah bahwa Injil Yesus Kristus tak akan pernah dapat dipenjarakan oleh kekuatan apa pun, tetapi selalu mendapat tempat, pun di dalam penjara, yang kedua karena penantian penjang mengenai Mesias, Sang Juruselamat, sudah digenapi dalam peristiwa Yesus Kristus yang kepada-Nya kelak segalanya bertekuk lutut dan segenap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah Bapa. “ Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! “. ( Filipi 2 :10-11 ).
Secara khusus surat Paulus kepada jemaat di Filipi ini menegaskan bahwa bersama Rasul Paulus agar umat mengucap syukur kepada Allah karena persekutuan di dalam berita Injil dan berdoa dengan sukacita. Karena apa ? karena Allah telah memulai pekerjaan yang baik di antara jemaat dan akan meneruskannya sampai pada akhirnya, yaitu pada hari kedatangan Kristus Yesus. “ Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya , yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” ( Filipi 1 :5-6 ). Rasul Paulus bersaksi bahwa ia mendapat kasih karunia baik ketika dipenjarakan maupun pada waktu membela dan meneguhkan pekabaran Injil. Dan Rasul Paulus berdoa, kiranya belas kasih warga jemaat suci dan tak bercacat menjelang hari kedatangan Kristus kelak. “ Sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus “. ( Filipi 1 : 10 ). Dalam hal ini, suci berarti tidak larut dalam dosa, memiliki cara hidup baru yang berpadanan dengan hukum Tuhan, tak bercacat berarti melakukan kehendak Tuhan dan tidak mendukakan hati Tuhan serta sungguh-sungguh berusaha hidup semakin baik, benar, adil dan damai dengan sesama.

0 komentar:
Post a Comment