Friday, August 19, 2016

Seorang Yang Terbeban

Kita harus mengacungkan dua jempol kepada Epafroditus ! Ia sungguh seorang hamba Tuhan yang melayani bukan karena ia mampu untuk melakukan sesuatu, atau ia mempunyai keuangan yang cukup, namun karena ia adalah seorang hamba Tuhan yang melayani dengan hatinya. Hati Epafroditus terbeban untuk meringankan penderitaan Rasul Paulus di penjara di Roma, sehingga ia rela membawa persembahan jemaat Filipi untuk diberikan kepada Rasul Paulus. Dan kita juga melihat, ketika ia berada di Roma, hatinya pun tidak tenang memikirkan jemaat Tuhan yang ada di Filipi. Dikatakan, Epafroditus sangat rindu dan “ susah juga hatinya “ karena memikirkan jemaat di Filipi.

          Melayani dengan hati adalah kunci utama pelayanan yang berhasil. Jika setiap orang dituntut untuk mempersembahkan kemampuannya yang khusus, maka bisa jadi tidak banyak orang yang akan ambil bagian di dalam pelayanan. Namun jika yang diminta itu adalah hati yang terbeban, tentunya setiap orang dapat mengusahakannya. Hati yang terbeban dan penuh kasih Allah sangat penting untuk menjadi dasar pelayanan kita. Berkali-kali di dalam pelayananNya, kita melihat Yesus digerakkan oleh hati yang penuh dengan belas kasihan.

          Belas kasihan Yesus terhadap banyak orang yang lelah dan terlantar seperti domba yang terlantar tidak bergembala. “ Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena meraka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. ( Mat 9 : 36 ).

          Belas kasihan Yesus terhadap orang banyak. “ Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. ( Mat 14 : 14 )

          Belas kasihan Yesus terhadap dua orang buta. “ Jawab mereka : ‘ Tuhan, supaya mata kami dapat melihat. “ Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia. ( Mat 20 : 33 – 34 )

          Belas kasihan Yesus terhadap dua orang kusta. “ Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: Aku mau, jadilah engkau tahir.” ( Mrk 1 : 41 )

          Belas kasihan Yesus terhadap janda yang anak tunggalnya meninggal. “ Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: ‘ jangan menangis’ !” ( Luk 7 : 13 )

          Mari kita melayani, bukan hanya dengan kemampuan kita tetapi dengan hati yang terbeban dan penuh belas kasihan.

Hati yang penuh belas kasihan akan membawa banyak hati lainnya kepada Yesus.

Pikiran sempit sangat mudah dipengaruhi dan dikecewakan oleh nasib malang, tetapi pikiran yang luas senantiasa berada di atas angin. ( Washington Irving )


Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment