Tuesday, August 16, 2016

Dirgahayu Indonesiaku

17 Agustus 1945 adalah salah satu hari bersejarah untuk bangsa Indonesia, hari special buat seluruh rakyat Indonesia karena pada tanggal itulah atau tepatnya 71 tahun yang lalu Negara kita tercinta ini berhasil memperoleh kemerdekaannya melalui perjuangan yang begitu panjang dan luar biasa yang dihasilkan oleh para pejuang-pejuang Indonesia pada masa lalu, pejuang yang terus mau berjuang untuk memperoleh kemerdekaan untuk dirinya sendiri, bangsa Indonesia dan untuk anak cucunya kelak yaitu kita semua yang hidup dimasa sekarang ini. Jika kita sekilas kembali atau mengingat kembali mengenai masa-masa sejarah bangsa kita ini, kita semua dapat melihat bagaimana rasa sakitnya perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa Indonesia yang hidup pada masa tersebut, karena seperti yang kita tahu bahwa bangsa kita merupakan Negara yang begitu kaya akan sumber daya alamnya, Negara yang begitu luas dan Negara yang terletak pada posisi yang strategis sehingga bukan hanya menjadi target dari satu Negara asing, namun juga menjadi target incaran bagi banyak Negara asing yang tertarik akan kekayaan, keindahan dan kestrategisan Negara Indonesia.

    Setelah dijajah oleh Portugis lalu dilanjutkan dengan penjajahan Belanda dan kemudian dilajutkan dengan penguasaan Jepang di tanah ibu pertiwi hingga akhirnya bangsa Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebuah perjuangan yang dilakukan bukan hanya untuk diri sendiri melainkan sebuah perjuangan yang dilakukan untuk masa depan bangsa Indonesia bahkan untuk anak-anak bangsa Indonesia yang akan menjadi penerus bangsa, yang akan meneruskan perjuangan-perjuangan para pahlawan untuk membuat Indonesia menjadi bangsa yang maju dan menjadi bangsa yang seluruh rakyatnya menikmati yang namanya kesejahteraan. Sebuah harapan yang terus diperjuangkan oleh para leluhur kita karena mereka tahu bagaimana rasanya ketidaksejahteraan di bawah jajahan Negara lain, bagaimana rasa tidak nyamannya tidur di negeri sendiri, bagaimana susahnya untuk tertawa dan menikmati keindahan bangsa ini di bawah terror dari Negara asing.

    Harapan bangsa Indonesia yang diwakilkan oleh bapak Ir. Soekarno yang kemudian di estafetkan ke generasi-generasi selanjutnya seperti bapak Soeharto, bapak Habibie, Ibu Megawati, Bapak Susilo Bambang Yudoyono hingga sekarang kepada bapak Joko Widodo. Pertanyaannya adalah apakah harapan itu sudah dapat dikabulkan ? apakah harapan kecil yang para pejungan bangsa ini harapkan itu sudah terjadi di bangsa kita yang sekarang ini ? apakah bangsa kita sudah menikmati yang namanya kesejahteraan ? pasti akan banyak orang yang berkata tidak. Mengapa harapan kecil itu belum pernah terwujud hingga sekarang ini ? apakah waktu 71 tahun belum cukup untuk mewujud nyatakan harapan kecil itu ?

    Masalahnya bukan karena harapannya, masalahnya bukan juga karena waktunya, masalah sebenarnya adalah manusianya. Orang-orang yang hidup dengan dipenuhi keegoisannya masing-masing, orang-orang yang hidup dengan dipenuhi rasa ingin menang sendiri, orang-orang yang hidup dengan menutup sebelah matanya untuk saudara-saudaranya yang hidup berkekurangan, orang-orang yang hidup saling bertentangan dan bermusuhan.

    Saudaraku 71 tahun bukanlah waktu yang singkat, 71 tahun merupakan waktu yang begitu lama, waktu yang seharusnya sudah mampu menghasilkan harapan-harapan kecil yang diharapkan oleh leluhur-leluhur kita. Ingatlah Firman Tuhan dalam Injil Matius 22 : 37 – 39 “  Jawab Yesus kepadanya: “ Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan seganap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. “ mari hidupi Firman Tuhan dalam hidup kita sehingga melalui kehidupan kita sebagai anak-anak Allah maka biarlah bangsa ini boleh dimenangkan, semakin banyak orang-orang yang peduli akan bangsa ini, orang-orang yang hidup saling mengasihi satu sama lain, orang-orang yang hidup takut akan Tuhan. Mari mulai membangun bangsa ini demi mewujud nyatakan harapan indah tersebut dari diri kita sendiri. Jauh dari hidup korupsi, jauh dari hidup egois namun hidup yang menyenangkan hati Tuhan.

    Presiden pertama bangsa Indonesia yaitu bapak Ir. Soekarno pernah berkata “ perjuanganku adalah mudah karena harus mengusir para penjajah, namun perjuanganmu adalah sangat berat karena harus melawan bangsamu sendiri “ 

DIRGAHAYU buat bangsa Indonesia ku, negri tercinta dan negri yang ku kasihi.


Sumpah Pemuda :

1.    Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
2.    Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
3.    Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment