Thursday, August 18, 2016

Philip yang Iri Hati

Pada suatu perang salib, Richard yang berkebangsaan Inggris dan Philip yang berkebangsaan Perancis, adalah dua sahabat yang ikut berperang. Di medan peperangan ternyata bahwa Richard adalah yang paling berani diantara mereka berdua. Tidak heran kalau kemudian ia dipanggil dengan sebutan “ The Lion Hearted “. Oleh teman-teman mereka, Richard dianggap sebagai pemimpin. Sejak itu, Philip mulai dengki terhadapnya. Karena kedengkian itu, ia mulai tidak menyetujui strategi-strategi yang diinginkan oleh Richard, dan dalam keadaan gusar ia mempercepat kepulangannya ke Perancis. Belakangan ia berbuat curang dengan menyerang daerah yang diduduki oleh Richard.

          Alkitab berulang kali mengingatkan kepada kita tentang dosa iri hati yang mendatangkan kerugian bagi diri sendiri. Iri hati adalah perasaan tidak senang melihat kelebihan, keberhasilan dan kemajuan orang lain. Sebenarnya dosa ini berakar dari sifat mementingkan diri sendiri. Kita tidak mau orang lain beruntung, atau menyamai kita, apalagi lebih dari kita. Kelihatannya iblis telah berhasil mengacaukan pekerjaan Tuhan bahkan menghancurkan hidup manusia dengan dosa yang satu ini. Ketika ada orang yang mulai berkembang dan mengalami kemajuan demi kemajuan, maka orang yang iri akan berusaha menghambat atau behkan menghancurkannya. Kebiasaan ini telah banyak menyusup kegereja atau lingkungan pelayanan, dimana orang-orang tertentu yang mempunyai talenta khusus untuk melayani justru dicari-cari kekurangannya yang akhirnya dijadikan alasan untuk menyingkirkannya. Betapa bodoh dan berdosanya kita yang berusaha menghambat pekerjaan Tuhan melalui sifat iri hati ini. Iri hati membuat orang tidak bisa berpikir jernih, ia akan berusaha dengan cara apapun untuk menghancurkan orang yang dianggap lebih dari dirinya. Iri hati juga memutuskan tali persaudaraan dan persahabatan. Pendeknya, iri hati menghancurkan semua yang baik didalam hidup kita.

          Henrietta C. Mears berkata,” Orang yang selalu berusaha mendorong orang-orang yang ada dibawahnya untuk maju, tidak akan punya waktu untuk dengki terhadap orang yang berada diatasnya. Dan mungkin sekali, tidak akan ada orang yang berada diatasnya.” Mari kita belajar berjiwa besar dengan mengakui kelebihan sesama dan saling mendukung demi kemajuan bersama. Alkitab berkata bahwa dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Kerajaan Tuhan tidak memerlukan orang yang iri hati, yang diperlukan adalah orang-orang yang saling bergandengan tangan, saling menopang didalam kelebihan dan saling mengisi didalam kekurangan masing-masing, sehingga semuanya bisa bertumbuh dan berbuah.

Pikiran yang mengutamakan orang lain akan mengusir segala iri hati.

Jerat utama yang dipasang setan untuk orang muda adalah kemalasan. Ini adalah sumber fatal dari segala kejahatan. ( Johannes Bosko )

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment