Kematian anak tunggalnya yang cerdas dan tampan telah menyebabkan ia terkena serangan jantung. Seminggu setelah kena serangan jantung itu akhirnya ia meninggal dunia. Dia meninggalkan dua surat wasiat untuk dibacakan pengacara keluarganya. Di surat wasiat yang pertama ia meminta agar barang-barang antik miliknya dilelang dan barang pertama yang harus terjual di pelelangan tersebut adalah lukisan cat minyak, yang tak lain adalah lukisan wajah putra tersayangnya. Jika lukisan itu sudah terjual barulah surat wasiat yang kedua dapat di buka dan dibacakan di depan para tamu. Ketika hari pelelangan tiba, banyak orang yang datang dengan harapan dapat membeli salah satu barang antik milik almarhum konglomerat itu. Sesuai surat wasiat yang pertama, sang pengacara meminta juru lelang untuk menjual lukisan cat minyak yang dimaksud. Setelah juru lelang sekian lama berkoar-koar, tak seorang tamu pun yang berminat untuk menawar lukisan cat munyak tersebut. Suasana terasa membosankan, namun tiba-tiba seorang pria berkulit hitam mengangkat tangannya sebagai tanda bahwa ia berminat membeli lukisan cat minyak tersebut. Akhirnya lukisan cat minyak tersebut terjual dengan harga $75 kepada pria yang tak lain adalah pelayan yang selalu melayani almarhum anak konglomerat itu. Setelah lukisan cat minyak itu terjual, maka sang pengacara membacakan surat wasiat kedua yang mengatakan bahwa siapa yang membeli lukisan cat minyak itu berhak memiliki semua kekayaan dan barang-barang antik lainnya secara cuma-cuma. Tindakan membeli lukisan cat minyak itu merupakan bukti bahwa si pelayan sungguh mengashi anak majikannya, sehingga ia merelakan uangnya sebsar $75 untuk membeli lukisan cat minyak tersebut. Jalan untuk mendapatkan warisan dan barang antik konglomerat tersebut adalah dengan mengasihi anaknya yang tunggal.
Untuk mendapatkan harta yang paling berharga di sepanjang masa, yaitu kehidupan yang kekal, maka kita harus menerima dan mengasihi Yesus, Anak Allah yang tunggal ( Yohanes 3 : 16 ). Bapa mempunyai begitu banyak harta warisan kekal yang disediakan-Nya bagi setiap orang yang diangkat menjadi anak-Nya, oleh iman di dalam Yesus Kristus. “ Tetapi semua orang yang percaya menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” ( Yohanes 1 : 12 ). Sesungguhnya saat lidah kita mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka dihadapan Allah, Yesus mengakui kita sebagai anak yang diadopsi-Nya. Kita harus percaya bahwa hanya oleh kematian Yesus kita diperdamaikan dengan Allah dan dilayakkan untuk memanggil Allah. “ Ya Abba, ya Bapa! “
Maukah anda menerima warisan yang kekal secara cuma-cuma ? datanglah kepada Yesus dan nyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa kita menerima dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi.
Yesus menjadi jaminan bagi kita untuk menikmati indahnya hidup di Sorga.
Kemenangan di dalam hidup tidak selalu menuju pada orang yang lebih kuat atau lebih cepat, tapi cepat atau lambat, orang yang menang adalah orang yang berpikir bahwa ia bisa. ( Anonim ).

0 komentar:
Post a Comment