Apa yang telah didengar oleh Rahab tentang Tuhan Israel, telah mempengaruhi hatinya. Namun ia tidak hanya berdiam diri, ia melakukan sesuatu. Selain mempertaruhkan nyawanya dengan menyembunyikan kedua pengintai, lebih jauh lagi, ia membagikan kepada keluarganya berita kelepasan yang akan mereka terima jika mereka melakukan persis seperti apa yang dikatakan oleh kedua pengintai. Rahab meminta agar nyawa keluarganya diselamatkan dan kedua pengintai menyetujui dengan memberikan syarat yang harus dipenuhi oleh Rahab. Ia harus mengikatkan benang kirmizi di jendela rumahnya, tempat dimana kedua pengintai itu ia turunkan. Hal ini mungkin dilakukan karena rumah Rahab terletak ditembok kota. Yerikho dikelilingi oleh dua tembok yang terpisah, jarak keduanya atau . Di antara kedua tembok ini direntangkan papan, sehingga orang bisa membangun rumah diatasnya. Rumah Rahab adalah salah satu yang dibangun ditembok ini, sehingga dengan demikian rumah ini menjadi bagian dari tembok kota. Kedua pengintai itu juga menyuruh Rahab untuk mengumpulkan semua keluarganya di rumahnya, jika mereka ingin selamat.
Keinginan Rahab agar semua keluarganya dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia selamat, membuktikan bahwa Rahab memiliki hati misi. Apa yang ia lakukan dapat dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh perempuan Samaria didalam Yoh 4 : 1 – 42, dimana banyak orang yang menjadi percaya kepada Yesus karena perempuan Samaria itu menceritakan tentang Yesus dan apa yang dialaminya ketika bercakap-cakap dengan Yesus. Dalam Yos 6 : 25, dikatakan bahwa Rahab, keluarganya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup dan mereka diam ditengah-tengah orang Israel. Rahab memenangkan jiwa keluarganya dan orang yang tinggal bersama-sama mereka. Rahab sama sekali belum punya pengalaman iman, namun didalam keterbatasannya ia melakukan sesuatu untuk keluarganya.
Bertanyalah pada diri masing-masing, apa yang sudah kita lakukan untuk keluarga kita yang belum diselamatkan ? Menikmati sendiri keselamatan yang sudah kita terima dan membiarkan orang-orang yang kita kasihi menuju kebinasaan ? Kita tidak harus belajar di bangku sekolah theologia atau harus sekolah pendeta dulu baru bisa memenangkan jiwa keluarga kita. Ceritakan kepada mereka tentang Yesus dan apa yang sudah Dia lakukan untuk manusia. Apa yang dapat kita lakukan hari ini, lakukanlah dan jangan menundanya. Mungkin kita sudah mulai putus asa setelah berkali-kali memberitakan injil kepada keluarga kita, namun mereka belum mau membuka hati. Doakan mereka dengan tidak bosan-bosannya, sampai semua keluarga kita dimenangkan bagi Yesus.
Hati misi dimulai dengan kerinduan untuk menyelamatkan keluarga.
Baik sekali menjadi kaya, baik sekali menjadi kuat, tetapi lebih baik menjadi orang yang dicintai banyak teman. ( Euripides )

0 komentar:
Post a Comment