Thursday, August 25, 2016

Mati Satu Kali Untuk Keselamatan Semua

Kalau seseorang tenggelam dalam sungai, maka dia akan berusaha mencari pertolongan supaya selamat dari bahaya. Kalau ada sepotong kayu yang mengapung maka dia akan menjadikan kayu yang sepotong itu menjadi penolongnya supaya selamat. Demikian juga setiap orang yang percaya di dunia ini pasti menghadapi berbagai tantangan hidup, penderitaan, penyakit dan lain-lain yang bisa membuatnya jatuh ke dalam dosa. Dari manakah datangnya pertolongan kita, sanggupkah kita berjalan sendiri tanpa ada pertolongan ? jawaban manusia tidak sanggup kalau tidak ada pertolongan. Jadi siapa yang bisa menolong ?. dalam Mazmur 121 : 1-2 tertulis : “ Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku ? Pertolongaku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi “. Itu merupakah suatu pengakuan pemazmur yang tegas sesuai dengan pengalaman-pengalaman imannya. Bahwa hanya Tuhan yang dapat menolongnya dari rintangan-rintangan yang ia hadapi dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang musafir.

    Dalam Mazmur 146, pemazmur mengalami dalam hidupnya bahwa Allah satu-satunya penolong dalam hidupnya, sehingga dia bersaksi: “Pujilah Tuhan hai jiwaku, Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup dan bermazmur bagi Allahku selagi aku masih ada”.

    Dalam Ibrani 9:24 tertulis : “ Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita “. Menyatakan bahwa Yesus melalui kematian-Nya di kayu salib adalah pengorbanan yang tiada bandingnya dan peristiwa yang tiadak dapat diulangi. Yesus rela menderita dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Ditengah-tengah bangsa Israel biasanya para imamlah yang boleh masuk ke dalam ruang yang paling dalam untuk penyambung lidah bangsa Israel kepada Allah. Itu berarti ada penghalang antara manusia dengan Allah untuk berbicara. Manusia tidak bisa langsung berbicara dengan Allah harus melalui imam-imam. Tetapi melalui pengorbanan Yesus Kristus Juruselamat manusia yang telah menerobos dinding pemisah antara Allah dan manusia, sehingga manusia bisa berjumpa dengan Allah melalui doa-doanya secara langsung kepada Allah. Karena Yesus telah meruntuhkan tembok pemisah dan membuka jalan, menjadi pembela manusia melalui Ia masuk ke sorga menghadap Allah.

    Pengorbanan Kristus yang digambarkan dalam Ibrani 9 : 25-26 “ Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya “. Adalah satu-satunya pengorbanan yang sempurna yang tidak berulang-ulang sehingga masuk ke dalam sorga, tetapi pengorbanan-Nya untuk mencurahkan darah-Nya untuk menghapus dosa dunia. Pekerjaan pengorbanan Kristus bukan seperti pekerjaan para imam bangsa Israel yang telah menunjukan upacara setiap tahunnya, dimana dia mengambil darah binatang yang dibawa ketempat yang Mahakudus pada saat pengampunan dosa. Pengampunan oleh para imam dengan darah binatang adalah sementara dan tidak sempurna. Keselamatan yang sempurna hanya terjadi oleh karena pekerjaan Yesus sendiri. Kristus telah menyatakan kebenaran dan keadilan Allah. “ Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah  membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus “. ( Roma 3 : 25-26 ), sehingga jalan masuk kehadirat Allah telah terbuka dan takkan pernah tertutup. Walaupun manusia selalu berbuat dosa dan berbuat dosa tetapi bukan berarti Kristus harus mengorbankan diri-Nya berulang-ulang kali.

    Sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, demikian pula Kristus hanya  satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Dia datang kembali untuk selamanya dan untuk membuktikan kebenaran iman pengikut-Nya sendiri. Kedatangan Kristus yang kedua kali adalah merupakan hari yang sangat dahsyat, itu merupakan hari kebangkitan bagi orang yang percaya tetapi hukuman bagi orang yang tidak percaya.

    Saudaraku, mata Allah selalu tertuju kepada kita dan selalu siap menolong kita. Walaupun karena dosa kita telah di pisahkan dari-Nya, tetapi Yesus telah menebus dan mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa kita. Pujilah Tuhan hai jiwaku.

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment