Saturday, August 13, 2016

Mengetahui Strategi Lawan

Anthony T. Evans mempunyai seorang saudara bernama Arthur, yang dikenal sebagai juara gulat. Suatu hari, sebelum pertandingan gulat dimulai, reporter bertanya, “Siapa pegulat terhebat diruangan ini?” Arthur pun menjawab, “Dia sekarang ada di depanmu” Mengetahui bahwa yang Arthur maksudkan tidak lain adalah dirinya sendiri, reporter kemudian bertanya lagi, “Apa yang membuatmu berpikir bahwa engkau begitu hebat? Kau akan berhadapan dengan pegulat yang telah memenangkan pertandingan gulat sebanyak tiga kali.” Dengan tenang Arthur menjawab, “Saya tahu. Badannya memang lebih besar dan mungkin saja lebih kuat daripada saya. Tapi, saya tahu strategi permainannya.”

    Kita berada dalam pertandingan yang serupa, dan lawan kita adalah iblis. Seperti Arthur telah mempelajari strategi permainan lawannya, kita pun harus mempelajari cara kerja dan siasat iblis yang selalu berusaha untuk mengalahkan kita. Kita perlu mengetahui bagaimana ia beroperasi sehingga kita dapat mempersiapkan diri agar tetap berdiri teguh. Iblis akan melakukan berbagai cara untuk menjauhkan kita dari Allah dan cara-cara yang dipakainya biasanya tidak mencurigakan.

    Ada seseorang yang ingin menggambarkan strategi atau cara kerja iblis melalui tulisan yang berjudul “Surat Setan Untuk Temannya.” Bunyi surat itu demikian : “Untuk sahabatku. Aku mengunjungi Sekolah Minggu di mana engkau ditempatkan dan aku sangat gembira melihat banyak murid-murid yang tidak hadir. Aku begitu senang melihat kebanyakan dari mereka datang terlambat, capek dan tertidur selama kebaktian Sekolah Minggu. Aku senang sekali mendengar pelajaran ataupun khotbah umum yang tidak dipersiapkan dengan baik, sehingga murid-murid tidak tertarik mendengarnya. Kau pasti sudah bekerja keras sehingga semua bisa berjalan lancar. Aku juga telah menjadikan hari minggu sebagai hari kerja favoritku, karena itu merupakan hari dimana aku mengerjakan sebagian dari pekerjaan terbaikku, dimana aku berusaha menarik perhatian sebagian jemaat untuk tetap tinggal dirumah dan menonton televisi, atau pergi berolahraga dan berekreasi. Aku tertawa terbahak-bahak setiap kali melihat banyak jemaat yang tidak mau memberi perpuluhan atau persembahan lainnya. Kelihatannya kita telah berhasil mempengaruhi orang Kristen dengan strategi-strategi kita!”

    Hati-hatilah dengan apa yang kita sebut sebagai rasa capek, sehingga tidak pergi ke gereja, atau dengan tontonan menarik yang menyebabkan kita mengabaikan doa, baca Firman, atau berbakti ke gereja. Mungkin kita berpikir bahwa melakukannya sekali-kali tidak apa-apa. Tapi ingatlah bahwa tawaran iblis yang manis dan kelihatannya tidak membahayakan, telah membuat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa dan terpisah dari Allah.

Iblis selalu bekerja ekstra, lawanlah dia dengan iman dan kesetiaan yang ekstra.

Tantangan tidak seharusnya bisa menghentikan langkahmu. Jika kamu menghadapi tembok, jangan hanya berputar-putar lalu menyerah, tetapi perhitungkan bagaimana bisa memanjatnya. –Michael Jordan-

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment