Ayah adalah pria yang sangat sederhana dan tidak pernah mengenakan pakaian yang bagus. Aku hanya melihat ayah berpakaian bagus pada hari pemakaman ibu saja. Beberapa waktu kamudian aku masuk ke suatu toko kecil dan melihat sepasang pakaian yang mirip dengan yang dipakai ayah pada saat pemakaman ibu. Saat aku melihat pakaian itu, seorang wanita setengah baya menghampiriku dan kami terlibat dalam pembicaraan. Tante itu berkata bahwa ia sangat mengenal ayah. Ayah sering datang ke tokonya hanya sekedar melihat-lihat pakian yang bagus, tetapi tidak pernah membelinya. Kemudian tante itu berkata,” Nak, kau tahu mengapa ayahmu tidak pernah memakai pakaian bagus ? Ia selalu memikirkanmu. Engkau lebih membutuhkan banyak hal, karena itu ia tidak mau membelanjakan sedikit pun uangnya untuk membeli pakaian bagus, kecuali pada waktu pemakaman ibu. Ayahmu mengatakan bahwa ia cukup memakai pakaian yang indah di dalam hatinya. Aku percaya bahwa di hatinya memang tersemat pakaian yang sangat indah.”
Ayah yang baik tidak memikirkan atau mendahulukan kepentingan dirinya sendiri. Ia mengutamakan hal-hal yang dibutuhkan oleh isteri dan anak-anaknya, karena ia mengasihi keluarganya lebih dari dirinya sendiri. Dari muda sampai tua, ia bekerja untuk membahagiakan orang-orang yang dikasihinya. Karena itu, layaklah seorang ayah mendapat kasih dan penghormatan dari keluarganya. Jangan pernah menyianyiakan ayah, apalagi membuat ia menderita terutama diusia senjanya. Di usia senja, ketika ayah sudah tua, ingatlah bahwa dia bukan ayah yang memiliki fisik sekuat dulu. Dia membutuhkan kita ! Ketika pakiannya kotor karena kuah sup yang tertumpah, janganlah memarahinya. Ingatlah bahwa ia dulu begitu sabar mengajari kita begaimana memakai sendok dan mengikat tali sepatu dengan baik. Ketika ayah berulang kali berkata-kata tentang suatu hal, jangan tunjukan rasa bosan dan ketidak sabaran, jangan membentak atau menyela pembicaraanya. Ingatlah ia dulu begitu senang dan tidak pernah bosan mengulang-ulang satu kata ketika kita belajar berbicara. Ketika ayah memerlukan bantuan kita untuk membersihkan tubuhnya karena ia sakit, jangan katakan bahwa kita bukan pembantunya. Ingatlah, dulu ia begitu sabar memakai berbagai cara untuk membujuk agar kita mau mandi dan membedaki kita agar wangi dan merasa segar.ketika ayah tidak dapat berjalan, papahlah ia seperti dulu ia memapah kita saat kita belajar melangkah. Ketika malam tiba, luangkan sedikit waktu kita, walaupun ia sudah terlalu lelah bekerja. Bagi ayah tidak penting apa yang dibicarakan, yang penting adalah kehadiran kita di sampingnya.
Hargai dan kasihi ayah dengan tulus, selama ia ada bersama-sama dengan kita. Bahagiakan dia, karena sejak kita kecil, ayah berusaha memberi hal-hal yang baik bagi kita !
Kita mengerti besarnya kasih ayah bila kita bersedia mengasihi dan merawatnya.
Jika anda mengisi pikiran dengan muatan bahagia, maka anda akan bahagia. Sebaliknya, jika anda mengisinya dengan muatan nestapa, maka anda akan menjadi nestapa. ( Dale Carnegie )

0 komentar:
Post a Comment