Saturday, August 13, 2016

Menjadi Dewasa Perlu Waktu

Tidak ada jalan pintas untuk menjadi dewasa. Diperlukan waktu bertahun-tahun bagi manusia untuk bertumbuh menjadi dewasa, demikian juga dengan pertumbuhan karakter. Sebagaimana buah untuk menjadi matang dan siap dipanen membutuhkan waktu, demikian juga halnya dengan buah Roh. Manusia umumnya peduli terhadap seberapa cepat seseorang bisa betumbuh, tetapi Tuhan peduli terhadap seberapa kuat ia akan bertumbuh. Mengapa kita perlu waktu yang lama untuk bertumbuh secara karakter dan kerohanian ? kita harus jujur mengakui bahwa kita adalah murid yang lamban. Lamban didalam mengerti dan lamban dalam melakukan kehendak Tuhan. Bangsa Israel adalah satu contoh yang jelas. Kita tidak cukup randah hati untuk mengakui kekurangan dan kelemahan kita dan mengizinkan Tuhan mambantu kita. Kebiasaan yang sudah lama terbentuk, juga memerlukan waktu yang lama untuk mengembangkannya ke arah yang benar.

         Ada beberapa cara yagn dapat kita lakukan untuk bekerja sama dengan Tuhan dalam proses pembentukan karakter kita.

1.    Percaya bahwa Tuhan bekerja didalam hidup kita bahkan ketika kita tidak merasakannya. Pertumbuhan rohani memerlukan keuletan. Kadang kala kita merasa cepat sekali bertumbuh didalam satu bidang, misalnya memberi, tetapi kita sulit betumbuh untuk bidang yang lain, misalnya mengampuni. Percayalah, bahwa Tuhan terus membantu kita dengan memberikan kekuatan dan dorongan, karena itu kita harus tetap mengusahakannya. Bidang kerohanian apakah yang anda rasa lambat sekali pertumbuhannya di dalam diri anda ?

2.    Bersabarlah terhadap Tuhan dan diri sendiri. Tuhan selalu mengutamakan mutu dan bukan kecepatan. Seringkali kita menjadi frustasi karena kita ingin cepat, cepat dewasa, cepat dijawab doanya, cepat kaya, cepat mengerti, dll. Tetapi cara dan jadwal Tuhan seringkali berbeda dengan cara dan jadwal kita. Nuh butuh waktu 120 tahun untuk membuat kapal, Musa butuh waktu 40 tahun sampai ke tanah kanaan. Tuhan tidak mengenal cara instan. Dalam bidang pertumbuhan rohani apa saya perlu lebih bersabar ?

3.    Jangan mudah putus asa. Kita perlu memahami, ditunda Tuhan bukan berarti ditolak Tuhan. Ketika Habakuk menjadi depresi karena dia mengira Tuhan tidak segera bertindak, Tuhan berkata,” Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia segera menuju kesudahannya dengan tidak menipu, apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” ( Hab 2 : 3 ) Nantikanlah waktunya Tuhan, dan jangan cepat putus asa. Tuhan belum selesai membentuk anda, jangan berhenti, tetaplah maju ke depan . Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan apa pun. ( Yak 1 : 4 )

    Kadang-kadang Tuhan mengijinkan kita patah semangat untuk menyelamatkan jiwa kita. Kadang Dia mengijinkan kita sedih, agar kita semakin kuat. Kadang Dia mengijinkan kita gagal, agar kita tetap rendah hati. Kadang Dia mengijinkan kita sakit, agar kita makin baik menjaga diri. Kadang Dia mengijinkan kita kehilangan sesuatu agar kita lebih menghargai apa yang sudah kita miliki. Menabur yang baik pasti menuai yang baik.

Doa kita dan anugerah Tuhan seperti dua ember di dalam sumur, ketika yang satu naik yang satu turun. ( Gerard Manley Hopkins )

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment