Sunday, August 21, 2016

Tuhan Mendengar dan Menyelamatkan Orang Tertindas

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin kita sering diperhadapkan dengan pertanyaan bagaimana meyakinkan orang lain bahwa Tuhan itu baik ? untuk orang-orang yang berpikiran modern, kita bisa mengajukan sejumlah bukti akan kebaikan Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab, atau yang dapat diperiksa dari kenyataan alam semesta ciptaan-Nya. Namun orang-orang yang dipengaruhi oleh pandangan pascamodern, yang merelatifkan segala kebenaran, tidak membutuhkan pengajaran dan berbagai bukti tertulis. Tetapi hal terpenting yang mereka butuhkan adalah pengalaman sebagai bukti.

    Dalam kitab Mazmur, pemazmur mengajak para pembacanya untuk mengalami langsung penyertaan Tuhan dalam hidupnya secara alami atas kebaikan-Nya, sebagaimana yang telah pemazmur rasakan dalam hidup-Nya. Lalu apa yang pemazmur rasakan dan alami ? ternyata Mazmur ini lahir dari pengalaman Daud yang dilindungi Tuhan saat melarikan diri dari Saul. Sampai ia bertemu dengan seorang raja Filistin yang bernama Abimelekh yang dikenal sebagai seorang raja yang gemar membunuh.

    Sebagai seorang yang dicari-cari dan dikejar-kejar, berulang kali Daud mengalami kesesakan, penindasan dan merasa terjepit. Namun setiap kali ia menjerit kepada Tuhan, Tuhan menolong tepat pada waktunya. Perlindungan Tuhan dirasakan bagai dijaga oleh pasukan malaikat yang mengelilingi dia, yang bagaikan pengawal khusus yang 24 jam sehari siap untuk menjaga dia.

    Dalam kehidupan sehari-hari pemazmur mengajak para pembacanya untuk merespon Tuhan dalam pengalaman agar diperkaya. Mari, pandanglah Tuhan maka hidup ini akan penuh kesukacitaan. Masing-masing kita tentu mempunyai pengalaman hidup seperti Daud. Ada peristiwa yang terjadi di luar kemampuan kita, tetapi karena Tuhan menggerakkan, melindungi serta menyertai kita sehingga kita beroleh sukacita. Ingatlah Tuhan senantiasa menjagai kita dan Tuhan menampung dan menjawab setiap permohonan kita, karena itu berserulah kepada-Nya. Ketika kita susah memikirkan dunia yang fana ini pandanglah Tuhan, maka kita akan dapat tersenyum. Karena kesusahan kita itu sesungguhnya tidak begitu berarti dan tidak ada apa-apanya dihadapan Tuhan kita. Tuhanlah yang akan membuat hati kita tenang teduh. Orang yang berserah kepada Tuhan akan dikuatkan dan dilepaskan dari kesulitan, karena Tuhan membimbing kita selalu dijalan-Nya.

    Pujilah Tuhan pada segala waktu. Disetiap waktu yang diberikan Tuhan hendaklah kita memuji-Nya. Puji-pujian kepada Tuhan harus selalu ada didalam mulut kita. Karena itu jangan gunakan mulut kita untuk hal yang sia-sia. Setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita hendaklah berupa pujian, sehingga mendatangkan berkat bagi banyak orang.

    Kita bersama-sama memuliakan Tuhan, memuji dan meninggikan nama Tuhan. Bersama-sama memberikan yang terbaik. Bersama-sama sehati beribadah kepada Tuhan. Pujian kita dalam ibadah harus juga berfokus kepada Tuhan, bukan melihat yang lain. Jangan sibuk memandangi muka orang lain saat kita beribadah, jangan sibuk memandangi baju orang lain saat kita beribadah atau hal-hal lainnya yang membuat kita kehilangan fokus terhadap Allah. Tapi beribadahlah dalam hadirat Tuhan. Dalam berjumpa dengan Tuhan didalam ibadah, sekalipun kita banyak masalah, Tuhan mampu membuat kita bersukacita.

    Imanilah dan yakinlah pada Tuhan, maka akan terasa bahwa hidup ini sungguh indah.

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment