Tuesday, August 16, 2016

Pertemuan Dengan Tuhan Yesus Yang Membawa Perubahan

Sebagai kepala penjara, dia bertanggungjawab atas semua tahanan. Penjagaan yang ketat adalah salah satu cara untuk menghindari para tahanan meloloskan diri. Hari itu “pasien”nya bertambah. Dua orang tahanan penting dilemparkan ke dalam penjara. Mereka adalah Paulus dan Silas. Kepala penjara telah diperintahkan untuk menjaga baik-baik kedua tahanan ini, sehingga ia memasukkan mereka ke ruang penjara paling tengah, yang diyakini sebagai penjara bawah tanah. Pasungan yang kuat dipasang untuk membelenggu kaki mereka. “Tugas selesai, para tahanan aman dan tidak mungkin ada yang lolos,” pikir si kepala penjara. Rupanya ia adalah tipe orang yang mau membaktikan seluruh hidupnya pada tugasnya, ini terbukti ketika ia memilih untuk “bundir” alias bunuh diri karena menyangka bahwa semua tahanan sudah meloloskan diri ketika terjadi gempa.

          Setelah kejadian ajaib di penjara yang disebabkan karena Paulus dan Silas memuji Allah, kepala penjara itu menyadari akan satu kebutuhan penting baginya, yaitu keselamatan jiwanya. “Apakah yang harus kuperbuat supaya aku selamat ?” tanyanya kepada Paulus dan Silas. Firman Tuhan pun disampaikan kepadanya dan seisi rumahnya. Tanpa menunggu lebih lama, kepala penjara itu menunjukan tanggapan yang sangat baik, ia diubahkan saat itu juga. Yang tadinya mungkin memperlihatkan sikap yang tidak bersahabat terhadap dua hamba Tuhan yang ditahannya, kini ia menunjukan belas kasihan dan kebaikan hati dengan membasuh bilur kedua hamba tersebut. Ia juga tidak sabar menunggu lebih lama, ia ingin memploklamirkan imannya kepada semua orang bahwa hidupnya kini sudah berubah, sudah berbeda, ia dan keluarganya sekarang adalah pengikut Yesus. Maka ia dan keluarganya, memberi diri dibabtis. Setelah bertemu Yesus melalui pemberitaan hamba-hamba-Nya, ada satu sukacita yang mendorongnya untuk menunjukan satu kemurahan hati dengan menjamu hamba-hamba-Nya. Ia ingin menunjukan kasih dan berbagi dengan hamba-hamba Tuhan yang telah memperkenalkan Yesus kepadanya. Baginya, menjadi percaya kepada Yesus dan menerima anugerah keselamatan dari-Nya merupakan sesuatu yang patut disyukuri dan ia sangat bergembira oleh karena hal itu.

          Bertemu Yesus dan mengenal Dia, mestinya membawa sesuatu perubahan di dalam hidup kita. Kalau tadinya kita tidak mempunyai belas kasihan, sekarang kita harus belajar menyatakan kasih dan kebaikan hati kita. Pengenalan akan Yesus merupakan anugerah yang harus kita syukuri dan patut bersukacita untuk hal itu. Kita pun harus berani menunjukan kepada dunia ini bahwa kita adalah orang percaya, pengikut Kristus. Jika perjumpaan dan pengenalan kita akan Yesus tidak membawa pengaruh dan perubahan apa pun di dalam hidup kita, maka pengenalan kita akan Dia perlu dipertanyakan lagi.

Suatu perubahan pasti terjadi ketika Yesus hadir dalam hidup seseorang.

Berhutang sama mudahnya dengan turun dari gunung es. Keluar dari hutang sama sulitnya dengan mendaki gunung es. – Ron Blue-

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment