Daniel adalah salah satu tokoh besar di dalam Alkitab. Ia adalah seorang pemuda yang luar biasa dan sangat istimewa yang dapat diibaratkan seperti bintang yang bersinar di zamannya. Dan berbicara tentang Daniel erat hubungannya dengan kesetiaan, ketekunan dan integritas. Di tengah situasi sulit Daniel muncul sebagai orang muda yang bercahaya seperti bintang yang memancarkan sinarnya di tengah kegelapan malam. Itulah sebabnya kitab Daniel ditutup dengan begitu indahnya, dimana pada saat yang tepat orang-orang benar akan beroleh kemenangan. Iman dan integritasnya terhadap Tuhan patut menjadi panutan semua anak Tuhan.
Daniel memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh anak muda pada umumnya, seperti tertulis: “ karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan…” ( Daniel 5 : 12 ). Daniel benar-benar menjadi bintang yang tidak hanya di hadapan manusia, namun lebih dari itu, di mata Tuhan. Secara umum seseorang dikatakan menjadi bintang apabila memiliki prestasi yang luar biasa hebat di suatu bidang, serta dikagumi banyak orang karena kesuksesannya.
Proses mencapai kemenangan tidaklah mudah, harus melewati ujian yang begitu berat sebagaimana halnya Daniel yang tidak serta merta menjadi orang istimewa ( bercahaya ) si antara orang-orang sezamannya. “…pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja.” ( Daniel 5 : 12a ). Tapi ada harga yang harus dibayar! Daniel telah melewati ujian demi ujian sehingga pada akhirnya Daniel dapat berkata bahwa orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cakrawala! Oleh karena itu orang yang bijaksana atau berhikmat dalam Perjanjian Lama dikaitkan dengan hati yang takut akan Tuhan, karena “ permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal yang Mahakudus adalah pengertian.” ( Amsal 9 : 10 ).
Tuhan ingin agar kita menjadi pribadi yang istimewa karena kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, maka sudah seharusnya kita tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja, melainkan menjadi seseorang yang istimewa, menonjol dan berdampak bagi orang lain di sekitar kita, seperti halnya Daniel. Tuhan memberkati kita supaya kita menjadi berkat bagi orang lain, Dia membuat kita berhasil supaya kita dapat menolong orang lain yang gagal dan terpuruk. Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai bintang apabila ia berhasil mengerjakan setiap tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan kepadanya, atau seseorang yang berhasil menjadi pribadi yang Tuhan kehendaki. Hal ini ditekankan oleh Paulus di hadapan jemaat Filipi, “ Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya kamu tiada beraib dan tidak bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,” ( Filipi 2 : 14 – 15 ). Itulah yang dikehendaki oleh Tuhan untuk kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi orang bijaksana adalah orang yang takut akan Tuhan, tidak hanya dalam pikiran tapi juga di dalam hati dan perbuatannya. Orang-orang benar inilah yang dapat menjadi saksi dan menuntun orang lain kepada kebenaran. Tugas dan tanggung jawab ini ada di pundak kita, sebagaimana yang Yesus perintahkan sebelum Ia terangkat ke Sorga, “ …pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, adan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku perintahkan kepadamu.” ( Matius 28 : 19 – 20a ). Sudahkah kita memenuhi kriteria sebagai orang-orang bijaksana yang layak menuntun orang lain kepada kebenaran ?

0 komentar:
Post a Comment