Seperti eksekutif lainnya, Mario tiba di rumahnya pada pukul 21 : 00. Suatu malam kepulangannya disambut oleh Glen, puteranya. “ Papa pulang,” katanya dengan gembira. “ Kok Glen belum tidur sayang ?” sapa Mario. Biasanya Glen sudah tidur ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor.” Aku nunggu papa. Pa , boleh nggak Glen tahu berapa gaji Papa sehari atau sejam ?” tanya Glen.” Lho, kenapa kamu nanya gaji Papa ? Mau minta uang ya ?” “ Ah, nggak, pengen tahu aja kok Pa.” “ Kamu hitung sendiri ya. Setiap hari Papa bekerja seketar 10 jam dan dibayar Rp. 300.000,- per hari. Jadi gaji Papa satu jam berapa, ayo ?” Glen berlari mengambil kertas dan pensilnya, sementara Mario melepas sepatunya dan menyalakan Tv. Ketika Mario berjalan menuju kamar, Glen berlari mengikutinya dan berkata,” Kalau satu hari Papa dibayar Rp. 300.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 30.000,-“ “Wah, pintar anak Papa. Sekarang Glen cuci kaki, terus bobok ya,” pinta Papanya. Glen diam dan terus mengikuti Papanya sampai ke kamar, kemudian ia bertanya lagi,” Pa, boleh pinjam uang Rp. 5000,- nggak ?” “ Glen, buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek dan mau mandi, kamu masuk kamar dan tidur ya.” “ Tapi Pa.” “ Glen , Papa bilang tidur ya tidur!” kata Mario tegas. Anak kecil itupun segera membalikkan badannya dan berjalan menuju kamarnya.
Usai mandi Mario menyesal karena sudah berlaku kasar kepada anaknya. Ia masuk ke kamar Glen dan mendapati Glen sedang menangis sambil memegang uang Rp. 10.000,- Sembari membelai rambutnya, Mario berkata,” Maafkan Papa ya nak, Papa sayang sama Glen. Papa mau tahu, sebenarnya untuk apa Glen minta uang malam-malam begini ?” “ Glen nggak minta hanya mau minjam , nanti juga akan Glen kembalikan kalau Glen sudah nabung minggu ini !” jawabnya sambil terisak-isak. “ Iya, tapi buat apa nak ?” tanya Mario. “ Glen nunggu Papa dari pukul tujuh tadi. Glen mau ajak Papa main monopoli setengah jam aja. Karena Papa dibayar kantor Rp. 30.000,- per jam, berarti Glen harus membayar Rp. 15.000,- sebagai pengganti setengah jam dari waktu yang akan Papa habiskan untuk main sama Glen. Tadi siang Glen buka celengan dan uangnya hanya ada Rp. 10.000,- jadi uang Glen kurang Rp. 5000,- Pa, makanya Glen mau pinjam uang Papa,” katanya sambil mengahapus air matanya. Mario terdiam, ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya Glen erat-erat. Dia menyadari bahwa materi melimpah yang Tuhan berikan kepadanya tidak cukup untuk membahagiakan orang-orang yang dikasihinya.
Kabahagiaan seorang anak ialah mengetahui bahwa orang tuanya mau mendengarkan pengalaman-pengalamannya dan meluangkan waktu untuk bermain bersamanya. Disisi yang lain, mendengarkan anak anda sesungguhnya seperti berbelanja ditoko yang sedang memberikan discount. Anda mendapat barang berharga yang anda butuhkan dengan harga yang sangat murah.
Menyediakan waktu untuk berbagi cinta adalah kunci kebahagiaan keluarga.
Dimanakah tempat keberhasilan didapatkan tanpa kerja keras ? jawabannya,” Di kamus “. ( Tom Stoppard )

0 komentar:
Post a Comment