Friday, April 29, 2016

Arti Kebangkitan Yesus

Seminggu itu Yerusalem diwarnai dengan kejadian yang spektakuler. Kematian Yesus membuat tabir Bait Suci terbelah dua, gempa bumi yang dahsyat, dan bukit-bukit batu terbelah (Mat 27 : 51). Tiga hari kemudian terjadi lagi peristiwa yang sama, yaitu gempa bumi yang memberitakan kebangkitan Yesus Kristus, Sang Juruslamat dunia. Kubur yang ditutup dengan batu besar, dijaga sangat ketat oleh para prajurit Roma, dan alam maut yang menyeramkan tidak berkuasa menahan kebangkitan Sang Mesias. Jika maut tidak berkuasa atas Dia, itu berarti ada harapan yang sangat indah bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.

                Kebangkitan Yesus atau Paskah memberi kebahagiaan dan arti tersendiri bagi orang-orang Kristen di seluruh dunia. Misalnya, gereja-gereja Ortodoks yang banyak terdapat di Rusia, Yunani dan Eropa Timur, mereka menyatakan luapan sukacita Paskah dengan menyapa orang Kristen lainnya dengan salam yang khas. “Kristus Tuhan! Kristus sudah bangkit!” kemudian orang yang menerima salam itu akan menjawab,”Benar,Dia sudah bangkit!”

                Ada dua arti penting dalam kebangkitan Yesus, sehingga kita patut bersukacita:

                Pertama, kebangkitan-Nya memberi kita kepastian akan hari esok. Kebangkitan Yesus menjadi awal yang indah bagi manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dosa membuat manusia kehilangan harapan dan kesempatan untuk menikmati hari yang indah di kekekalan bersama dengan Allah, tetapi kebangkitan Yesus mengembalikan harapan yang pernah sirna itu. Siapa saja yang percaya dan mengakui bahwa Yesus sudah mati bagi dosa-dosanya dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga, akan mendapatkan jaminan untuk menikmati hidup yang kekal di sorga. Sekali pun kita nanti mati, tetapi maut tidak lagi berkuasa atas kita, karena Kristus memberi jaminan bagi kita untuk mengalami kebangkitan seperti yang dialami-Nya. “ Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.” ( Rom 6 : 5)

                Kedua, kebangkitan-Nya menepis rasa takut pada kematian. Jangan takut pada kematian tubuh yang fana ini, karena Yesus telah mengalahkan maut. “ Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.” (Rom 6 : 9). Kalau kita sudah menerima dan memiliki Yesus di dalam hidup kita, apa lagi yang kita takutkan di dunia yang sudah ditaklukan-Nya? Ingatlah, memiliki Yesus berarti memiliki hidup, meskipun kita sudah mati. “ Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” ( Yoh 11 : 25 ). Kapan pun kematian menjemput, kita tidak perlu takut karen sekarang kita ada di tangan Sang Penakluk maut.

Kebangkitan Yesus “memandulkan” sengat maut yang membinasakan.

Ada dua hal yang kamu inginkan dalam kehidupan ini, yaitu mendapakan apa yang kamu inginkan, dan menikmati apa yang kamu dapatkan. Hanya orang bijak yang sanggup meraih keduanya. –Logan Persall Smith-

Thursday, April 28, 2016

Anak Adalah Harta

Seperti eksekutif lainnya, Mario tiba di rumahnya pada pukul 21 : 00. Suatu malam kepulangannya disambut oleh Glen, puteranya. “ Papa pulang,” katanya dengan gembira. “ Kok Glen belum tidur sayang ?” sapa Mario. Biasanya Glen sudah tidur ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor.” Aku nunggu papa. Pa , boleh nggak Glen tahu berapa gaji Papa sehari atau sejam ?” tanya Glen.” Lho, kenapa kamu nanya gaji Papa ? Mau minta uang ya ?” “ Ah, nggak, pengen tahu aja kok Pa.” “ Kamu hitung sendiri ya. Setiap hari Papa bekerja seketar 10 jam dan dibayar Rp. 300.000,- per hari. Jadi gaji Papa satu jam berapa, ayo ?” Glen berlari mengambil kertas dan pensilnya, sementara Mario melepas sepatunya dan menyalakan Tv. Ketika Mario berjalan menuju kamar, Glen berlari mengikutinya dan berkata,” Kalau satu hari Papa dibayar Rp. 300.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 30.000,-“ “Wah, pintar anak Papa. Sekarang Glen cuci kaki, terus bobok ya,” pinta Papanya. Glen diam dan terus mengikuti Papanya sampai ke kamar, kemudian ia bertanya lagi,” Pa, boleh pinjam uang Rp. 5000,- nggak ?” “ Glen, buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek dan mau mandi, kamu masuk kamar dan tidur ya.” “ Tapi Pa.” “ Glen , Papa bilang tidur ya tidur!” kata Mario tegas. Anak kecil itupun segera membalikkan badannya dan berjalan menuju kamarnya.

               Usai mandi Mario menyesal karena sudah berlaku kasar kepada anaknya. Ia masuk ke kamar Glen dan mendapati Glen sedang menangis sambil memegang uang  Rp. 10.000,- Sembari membelai rambutnya, Mario berkata,” Maafkan Papa ya nak, Papa sayang sama Glen. Papa mau tahu, sebenarnya untuk apa Glen minta uang malam-malam begini ?” “ Glen nggak minta hanya mau minjam , nanti  juga akan Glen kembalikan kalau Glen sudah nabung minggu ini !”  jawabnya sambil terisak-isak. “ Iya, tapi buat apa nak ?” tanya Mario. “ Glen nunggu Papa dari pukul tujuh tadi. Glen mau ajak Papa main monopoli setengah jam aja. Karena Papa dibayar kantor Rp. 30.000,- per jam, berarti Glen harus membayar Rp. 15.000,- sebagai pengganti setengah jam dari waktu yang akan Papa habiskan untuk main sama Glen. Tadi siang Glen buka celengan dan uangnya hanya ada Rp. 10.000,- jadi uang Glen kurang Rp. 5000,- Pa, makanya Glen mau pinjam uang Papa,” katanya sambil mengahapus air matanya. Mario terdiam, ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya Glen erat-erat. Dia menyadari bahwa materi melimpah yang Tuhan berikan kepadanya tidak cukup untuk membahagiakan orang-orang yang dikasihinya.

                Kabahagiaan seorang anak ialah mengetahui bahwa orang tuanya mau mendengarkan pengalaman-pengalamannya dan meluangkan waktu untuk bermain bersamanya. Disisi yang lain, mendengarkan anak anda sesungguhnya seperti berbelanja  ditoko yang sedang memberikan discount. Anda mendapat barang berharga yang anda butuhkan dengan harga yang sangat murah.

Menyediakan waktu untuk berbagi cinta adalah kunci kebahagiaan keluarga.

Dimanakah tempat keberhasilan didapatkan tanpa kerja keras ? jawabannya,” Di kamus “. ( Tom Stoppard )

Wednesday, April 27, 2016

Aku Percaya Allahku

Kesakitan yang luar biasa membuat air mataku tidak dapat ku tahan lagi. Hanya karena Allah saja aku tidak banyak berkata-kata untuk membela diri, ketika HRD Manager perusahaan tempatku bekerja selama 4,5 tahun ini mengatakan bahwa perusahaan memberiku waktu untuk mencari perusahaan lain. Di dalam kepedihan yang sangat, aku bersyukur dan percaya kepada Allah, karena semuanya ini pasti merupakan bagian dari rencanaNya yang indah dan tidak pernah gagal. Biarlah Allah saja yang membelaku dan menunjukan keadilanNya.

               Aku segera menghubungi gembalaku dan peneguhan yang luar biasa kudapatkan. “ Sekalipun engkau ada di lembah kekelaman, engkau tidak usah takut, sebab engkau punya Allah yang sangat bisa dipercaya. Dia pasti menyediakan pekerjaan yang lebih baik. Teguhkan dan kuatkanlah hatimu, jangan takut dan hadapi dengan imanmu “.

               Setelah tenang berpikir, aku menulis e-mail kepada HRD Manager bahwa aku menghormati keputusan perusahaan. Aku minta perusahaan untuk menjelaskan sejauh mana aku tidak dapat mencapai ekspektasi perusahaan dan sejauh apa perkiraan perusahaan bahwa aku tidak akan dapat mengikuti derap langkah manajemen yang baru. Sebelum ku kirim, aku berdoa memohon tuntunan firmanNya, dan tanganku membuka Mazmur 69.

               Dalam perjalanan pulang segala rincian tangung jawab yang harus dapat ku penuhi dengan gajiku tertera dengan jelas di kepalaku. Air mataku kembali mengalir, rasa sakit dan ketidakadilan kembali menyeruak dari hatiku dan ditambah dengan serangkaian sakit kepala yang sangat. Aku berdoa, berperang menghancurkan kuasa iblis yang menekan hati, pikiran dan tubuhku. Aku percaya, iman, kasih, dan pengharapanku kepada Allah tidak pernah sia-sia, sebab aku memiliki Allah yang bertanggung jawab atas hidup anak-anakNya. Aku tahu bahwa aku sedang masuk dalam bagian dari proses dan rencanaNya yang indah.

               Yusuf juga mengalami ketidakadilan ketika ia bekerja di rumah tuannya  Potifar. Ia tidak hanya di PHK, akan tetapi ia juga dijebloskan ke dalam penjara tanpa diberi kesempatan untuk membela diri karena telah difitnah oleh istri tuannya Potifar. Di PHK tanpa alasan yang jelas adalah ketidakadilan, namun ada satu hal yang dapat kita pegang bahwa kebenaran dan hak orang benar akan muncul jika ia menyerahkan semuanya ke tangan Allah, dan tidak membalas ketidakadilan yang dunia lakukan kepadanya. Tidak ada satu orang manusia pun di muka bumi ini, yang dapat menghalangi pemunculan hak, kebenaran serta pembelaan Allah atas hidup orang-orang benar.

Pembelaan Allah seperti mentari pagi, bila tiba saatnya ia akan terbit.

Anda tidak sendirian jika ditemani oleh pikiran yang mulia. ( Sir P. Sydney )