Monday, September 12, 2016

Interdenominasi

Apa itu interdenominasi ? Interdenominasi terdiri dari dua kata yaitu, inter yang artinya antar atau lintas dan denominasi yang artinya aliran sehingga dapat diartikan sebagai hubungan, kerjasama ( kolaborasi ), persekutuan di antara berbagai aliran di dalam kekristenan yang berkomitmen untuk sama-sama saling berdoa, beribadah, memuji Tuhan, mendengarkan Firman-Nya, bertumbuh dan menjadi dewasa bersama dalam pimpinan Roh Kudus. Interdenominasi juga sering kita kenal dengan istilah oikumene, Oikos/όικος, berarti rumah dan Mene/μενήιν,  berarti tinggal atau berdiam, dalam Ibrani 2 : 5 menunjukan pada Kerajaan Allah. Dan dapat diartikan sebagai tempat berbagai aliran di dalam kekristenan untuk bersatu padu dalam menyembah dan memuji Tuhan.

 Aliran-aliran besar dalam kekristenan

    Kita tahu bahwa pada saat ini ada begitu banyak denominasi gereja yang tersebar di seluruh dunia saat ini, dengan berbagai pengajarannya masing-masing, liturgi ibadah, tata cara ibadah dan lain sebagainya. David B. Barret : The World Christian Encyclopedia pernah menyatakan bahwa Tahun 2001: Sekitar 33.000 Denominasi & Sekte-sekte yang tersebar di dunia dan Tahun 2007: ada Sekitar 39.000 Denominasi & Sekte-sekte.

    Lalu bagaimana pelayanan mahasiswa dapat menentukan denominasi apa yang harus diambilnya dalam melakukan pelayanan di kampusnya dengan berbagai macam keragaman, berbagai macam gereja, berbagai macam denominasi yang ada ? Interdenominasi adalah Sifat (Ciri & Keunikan) Pelayanan Mahasiswa Kristen. Sifat atau ciri yang tidak mengambil salah satu dari denominasi yang ada namun membuat hubungan, kerjasama ( kolaborasi ), persekutuan di antara berbagai aliran di dalam kekristenan yang berkomitmen untuk sama-sama saling berdoa, beribadah, memuji Tuhan, mendengarkan Firman-Nya, bertumbuh dan menjadi dewasa bersama dalam pimpinan Roh Kudus.

    Lalu mengapa pelayanan mahasiswa Kristen mengambil interdenominasi sebagai sifat atau ciri dalam pelayannya ? ada tiga alasan yang mendasari interdenominasi sebagai ciri dari setiap pelayanan kampus di dunia :

1.    KEANGGOTAANNYA, terdiri dari denominasi gereja yang berbeda-beda.

2.    EKSISTENSINYA, sebagai tempat bertumbuh, merangkul, dan mencakup mahasiswa dari berbagai gereja dan aliran.

3.    RELASI DENGAN GEREJA, mengembalikan mahasiswa kepada gerejanya masing-masing.

     Pertanyaan berikutnya adalah apakah itu semua berdasarkan pemahaman Alkitab ? Mari kita temukan pemahaman-pehaman dasar yang terdapat di dalam Alkitab.

1.    Tuhan telah memberikan karunia yang berbeda-beda kepada para orang percaya. “Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.” (1 Kor. 12:4).

2.    Tuhan memberikan berbagai bentuk pelayanan atau aliran (denominasi) yang berbeda dalam gereja Tuhan atau Lembaga Pelayanan. “Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.” (1 Kor. 12:5).

3.    Tuhan tidak pernah menciptakan gereja, lembaga, pelayanan untuk selalu sama, tetapi harus memiliki ciri khas tersendiri di dalam Kristus untuk saling melengkapi. “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibabtis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.” (1 Kor. 12:12-14).

4.    Keunikan tersebut bertujuan untuk memotivasi kita untuk saling memperhatikan, mengisi, dll. “Supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.” (1 Kor. 12:25-26). 

5.    Karunia-karunia, keunikan di dalam gereja dan pelayanan harus tetap mempersatukan kita di dalam Kristus (Efesus 4:1-16).

    Dan mari kita lihat pendekatan Alkitab yang dilakukan Paulus seperti yang tertulis dalam 1 Kor. 9:19-23. Di dalam surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus Paulus menuliskan dan melakukan hal-hal yang bertujuan Ingin memenangkan sebanyak mungkin orang dan Ingin mencari yang hilang dan menyelamatkan yang binasa. Sehingga Paulus menyesuaikan diri untuk alasan-alasan keselamatan. Atau meyatakan motivasi Paulus untuk Penginjilan. Kemudian ia menyesuaikan diri “Bagi orang-orang Yahudi ia menjadi seperti orang Yahudi, bagi orang Yunani ia bertindak seperti orang Yunani, terhadap orang lemah ia bersifat seperti orang lemah.” Paulus ingin mengatakan bahwa kita harus Menghormati/menghargai dan menaruh perhatian pada perbedaan orang lain, berusaha mencari dan membentuk “jembatan-jembatan komunikasi” dengan orang lain, peka dan berempati terhadap harapan, keinginan, kebutuhan sesama. Paulus juga menjaga batas “DI BAWAH HUKUM KRISTUS” bahwa Firman Allah adalah wewenang tertinggi, meskipun bersikap luwes dan harus menyesuaikan diri terhadap perbedaan sesama, harus menguji segala sesuatu dengan Firman Allah.

    Sudaraku, akhirnya kita memahami bahwa denominasi atau perbedaan-perbedaan bukanlah sesuatu hal yang salah namun perbedaan adalah sebuah kekayaan yang kita miliki. Tidak peduli tata ibadah apa yang kita pakai, liturgi seperti apa yang kita gunakan, namun yang pasti adalah bahwa satu-satunya jalan keselamatan kita adalah melalui Tuhan Yesus Kristus yang semuanya didasari oleh Alkitab. Selamat berinterdenominasi.

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment