Tuesday, September 6, 2016

Pencuri Bonus

36Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali keapada saudara-saudara kita di setiap kota, dimana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.” 37Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; 38tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. 39Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. 40Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan 41berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilkia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ. ( Kisah Para Rasul 15 : 36 - 41 ).

    Mungkin tidak banyak orang yang dapat menyelami sikap Paulus ketika ia berselisih dengan Barnabas tentang Yohanes Markus. Mengapa Paulus begitu ngotot untuk tidak mengikut sertakan Yohanes Markus yang pernah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Paulus adalah orang yang sangat konsekuen, ia tidak mau hidup ini diisi dengan gaya hidup yang seenaknya. Paulus menekankan kerjasama yang baik, dimana masing-masing orang dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan kelompoknya, dan tidak mau mendapatkan enak dan untungnya saja. Mungkin konsep dan pemikiran Paulus ini akan menjadi jelas jika kita bawa masuk ke dalam dunia kerja kita.

    Ada seseorang yang sekarang ini sukses dengan pekerjaannya sebagai seorang kontraktor pernah menyampaikan kebijakannya di dalam memberikan penghargaan kepada para karyawannya. Ia mengatakan, “Saya akan memberika penghargaan dan kesejahteraan yang lebih besar kepada karyawan yang betul-betul mau bekerja sama dalam susah dan senang, khususnya mereka yang sudah berjuang bersama-sama sejak perusahaan ini masih kecil. Saya menghargai lebih kepada mereka yang setia sekali pun kami harus bersama-sama naik becak pada awal usaha ini. Kalau setianya baru sekarang setelah saya naik BMW, itu namanya hanya ikut menang saja.”

    Dan seseorang lain lagi pernah berkata, “Mereka yang tidak mau bekerja keras bersama-sama, sebenarnya adalah pencuri bonus teman-temannya.” Semua bingung dengan pernyataan itu, lalu ia menjelaskan lebih lanjut. “Kalau semuanya bekerja keras, pada akhir tahun kalian akan mendapatkan bonus. Tetapi jika ada satu atau beberapa orang di antara kalian malas, yang membuat pada akhir tahun target perusahaan tidak tercapai, dan karenanya tidak ada bonus akhir tahun, maka sebenarnya dia atau mereka yang malaslah pencurinya. Karyawan yang lain sudah bekerja dengan maksimal, mereka semua seharusnya sudah mengantongi bonus, tetapi karena kemalasan satu atau beberapa orang, bonus tersebut hilang.”

    Mungkin pada tahun ini, kita akan dan mungkin sudah atau sedang mengalami kekecewaan berat. Dari sekarang, dipikiran kita sudah terbayang bonus tahunan yang akan digunakan untuk membelikan keperluan akhir tahun, ingatlah, itu tergantung pada kita semua, tanpa kecuali. Sebagai karyawan perlu kerjasama yang kuat, komitmen sejak awal tahun hingga akhir tahun. Bila kita hanya bersemangat untuk mendapatkan bonus di akhir tahun, tanpa bekerja keras, kerjasama, maka bonus hanyalah suatu angan-angan saja.

    Kalau mau mendapatkan bonus tahunan, ingatlah Paulus! Ingatlah akan kerjasama dan bencilah sifat yang suka meninggalkan tanggung jawab seperti yang dilakukan Yohanes.

Ingat bonus, ingat kerja keras dan kerja sama dari Januari sampai Desember.

Tidak ada gunanya mengiklankan masalah-nasalah anda karena memang tidak ada harganya di pasaran. –Anonim-

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment