Setiap hari waktu terus berjalan, pagi berganti malam dan sebaliknya, hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalu hingga tahun berganti tahun. Proses perubahan banyak terjadi dalam kehidupan kita baik dalam pertumbuhan fisik maupun dalam perkembangan zaman ini. Perubahan yang nyata dalam zaman saat ini adalah makin canggihnya teknologi, begitu banyaknya tercipta alat-alat modern yang semakin maju dan canggih. Semua itu tentu kita alami dan bisa kita rasakan jika kita semua punya proses pertumbuhan yang baik, namun bagaimana dengan pertumbuhan iman kita kepada Kristus ? Apakah sudah bertumbuh hari demi hari dengan bersekutu kepada Tuhan dan berbuah ? Atau sebaliknya tak ada pertumbuhan yang terjadi pada iman kita sehingga menjadi “kerdil” iman kita, karena tak pernah beribadah kepada Tuhan, berdoa ataupun mendengarkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita.
Dalam Kolose 3 : 1 – 11 Firman Tuhan mengingatkan kita sebagai orang Kristen yang imannya harus terus bertumbuh dalam hidupnya dan terus diperbaharui oleh Kristus, serta mampu untuk meninggalkan sifat-sifat buruk atau dosa-dosa kita. Bersama Kristus menuju kepada pribadi yang bertumbuh seturut kehendak Tuhan. Paulus dalam surat Kolose ini menuliskan sikap hidup yang harus dilakukan orang Kristen dengan mengatakan: “Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang dibumi”. Maksudnya adalah haruslah lebih banyak kita pakai hidup kita bersekutu atau beribadah kepada Tuhan termasuk didalam tingkah laku sehari-hari.
Paulus mengingatkan kita dalam Kolose 3 : 5 -9, dijelaskan “matikanlah dirimu dari segala duniawi”, maksudnya adalah mematikan yang jahat dari masa lalu yang tidak berkenan bagi Kristus, seperti percabulan dan kenajisan, hawa nafsu dan nafsu jahat, keserakahan yang disejajarkan dengan penyembahan berhala, membuang segala sifat atau karakter yang jahat. Paulus mendaftarkan hal-hal apa saja yang harus dibuang dari kehidupan jemaat di Kolose; antara lain: marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut serta kata-kata dusta. Paulus pun mengenakan kata “manusia baru” (ayat 10), maksudnya manusia yang lama adalah manusia yang belum mengenal Yesus Kristus dan terus melakukan dosa, namun setelah dibabtis, maka semua menjadi berbeda, karena dalam babtisan, manusia lama sudah menjadi baru dalam Kristus yang sudah mengampuni dosa manusia dan menjadi suci kembali karena Kristus. Oleh sebab itu, setiap orang yang percaya kepada Tuhan haruslah menyatakan diri bahwa Yesus menjadi arahan hidupnya didalam hati dan pikirannya.
Paulus pun menekankan didalam Tuhan tidak ada perbedaan, dengan mengungkit tidak ada perbedaan bangsa Yunani dan Yahudi, karena semuanya sama dimata Tuhan. Tuhan memandang dengan kasih tanpa memandang latar belakang suku, status ekonomi, umur, jenis kelamin, dan lain-lain. Semua adalah sama dihadapan-Nya, selama orang percaya telah dibabtis dalam nama Bapa, Anak dan Roh kudus. Maka mereka sudah menjadi warga kerajaan Allah atau umat Tuhan. Oleh sebab itu menciptakan tali kasih persaudaraan dalam Tuhan sangat penting karena Tuhan menginginkan itu ( Mazmur 133 : 1 – 3 ).
Orang yang beriman haruslah terus bertumbuh dalam Tuhan, dan merasakan Tuhan terus memperbaharui kita agar mendapat pengetahuan yang benar menurut gambar Khalik-Nya ( ayat 11 ) melalui Firman-Nya. Kita semua haruslah bertumbuh dalam Tuhan, agar hidup yang dianugerahkan pada kita hingga saat ini bisa kita pakai untuk menjadi berkat bagi sesama dan bisa berbuah yang bisa dirasakan, seperti buah-buah Roh yang terdapat didalam surat Galatia 5 : 22 – 23: “Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri…”. Semoga Tuhan selalu menguatkan kita untuk terus berkarya dan memuji serta memuliakan-Nya dalam kehidupan, pekerjaan dan tanggung jawab yang disampaikan Tuhan di dunia ini kepada kita masing-masing, sehingga nama Tuhan dipuji karena keberadaan kita.

0 komentar:
Post a Comment