Sunday, September 4, 2016

Tujukanlah Hatimu ke Jalan yang Benar

Kalau ditanya kepada kita, dimanakah tempat sesungguhnya seseorang itu mendapatkan pelajaran mengenai kehidupan ini ? jawabannya adalah keluarga. Keluarga sebagai sebuah komponen masyarakat yang paling sederhana dapat kita katakan sebagai tempat untuk berlangsungnya proses pertumbuhan. Ada begitu banyak hal terutama teladan yang bisa diperoleh seseorang di dalam kehidupan keluarga. Terlepas dari teladan yang baik atau contoh sikap yang buruk tapi yang pasti keluarga itu merupakan tempat belajar yang pertama sejak kita hadir di dunia ini.

    Saudaraku, mari kita melihat bagaimana pentingnya proses pertumbuhan seorang anak dalam keluarga melalui setiap nasehat dan teladan yang baik dari orang tua agar menuju jalan yang benar. Nasehat akan menghasilkan sesuatu yang baik ketika nasehat tersebut dijadikan sebagai sebuah landasan atau pedoman dalam menjalani kehidupan. Akan tetapi, nasehat juga bisa menjadi sia-sia ketika itu hanya dijadikan sebagai sesuatu yang tidak berguna atau hanya sebagai rangkaian kata-kata manis belaka yang tidak mempunyai tujuan.

    Melakukan Firman Tuhan tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan penginjilan atau berkhotbah semata. Ada hal yang jauh lebih penting sama seperti yang diungkapkan Salomo, membuktikan bahwa menjadi pengikut Tuhan terlihat dari kecintaan kita kepada keluarga. Salomo juga menegaskan bahwa ketaatan kepada Tuhan terlihat dari kepatuhan kepada orang tua.

    Mencermati perilaku manusia yang hidup saat ini, kita bisa memastikan bahwa waktu untuk keluarga sudah semakin berkurang. Kesibukan di tempat bekerja atau kesulitan hidup seringkali menjadi alasan untuk membenarkan alasan untuk mengabaikan keluarga. Miris memang jika membaca media massa atau melihat tayangan televisi yang menggambarkan kehidupan yang semakin bebas dan tidak terkendali tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa.

    Saudaraku, ini kesempatan yang baik melalui Firman Tuhan untuk kembali melihat ada begitu banyak hal-hal kecil yang sebenarnya sering kita lupakan. Sebagai orang tua, kita sering melupakan bahwa kebiasaan-kebiasaan kita dirumah secara tidak sadar terinternalisasi ke dalam diri anak-anak yang Tuhan anugerahkan. Sebagai seorang anak, seringkali merasa bahwa apa yang disampaikan oleh orangtua sebagai sesuatu yang membosankan dan tidak berguna. Inilah contoh sederhana yang membaut kita tidak mampu melihat kasih Allah ditengah-tengah kehidupan keluarga kita.

    Dengan tetap memelihara setiap nasehat-nasehat baik yang kita peroleh dalam kehidupan ini akan memampukan kita melihat mana yang lebih baik untuk kita pilih dan jalani di dalam kehidupan ini. Kemampuan ini akan semakin teruji dan terasah saat kita menghadapi masalah-masalah kehidupan. Oleh karena itu, sebagai sebuah kesaksian kita sebagai pengikut Kristus dan sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan yang memberkati kehidupan ini maka sudah sepantasnya kita tetap mengarahkan hati kepada setiap perintah Tuhan. Selamat memelihara nasehat dengan menjaga hati dan pikiran serta menyelaraskan ucapan dengan perbuatan iman percaya kita kepada Yesus Kristus.

Renungan Lainnya

0 komentar:

Post a Comment