Tak banyak orang Kristen yang mengetahui tentang Zerubabel, pada hal banyak hal yang dapat kita petik dari tokoh Alkitab ini. Siapakah Zerubabel ? Zerubabel adalah pribadi yang mau dipakai Allah untuk mendirikan Bait Allah yang kedua. Dari namanya, Zerubabel yang artinya “keturunan Babel” dapat disimpulkan bahwa Zerubabel adalah anak dari Sealtiel, masih keturunan Raja Daud ( 1 Tawarikh 3 : 16 – 19 ). Jadi Zerubabel bukanlah orang biasa, ia adalah seorang bangsawan Israel yang menjabat sebagai Gubernur Yehuda.
Alkitab dan sejarah mencatat bahwa bangsa Israel dibuang + 70 tahun lamanya ke Babel. Pada masa pembuangan dan pasca pembuangan itu, kebanyakan dari bangsa Israel terutama mereka yang berdarah biru tidak mendengarkan, apalagi mengindahkan apa yang dikatakan Allah melalui nabi-nabi-Nya. Tetapi tidak demikian dengan Zerubabel, ia adalah seorang pejabat yang menyendengkan telinganya kepada seruan Allah. Itu terbukti ketika ia mendengarkan Allah yang berbicara kepadanya lewat nabi Hagai. “Pada tahun yang kedua zaman Raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel …” ( Hagai 1 : 1 ). Zerubabel mendapat pesan bahwa Allah ingin agar dia pulang ke Yerusalem dan membangun Bait Allah yang kedua disana. Alkitab mencatat bahwa Zerubabel percaya penuh pada perintah itu dan segera bertindak mewujudkan apa yang Allah mau untuk dia kerjakan.
Seorang pemimpin atau pejabat seharusnya menyadari bahwa Allah memberi mereka kesempatan memimpin adalah untuk melakukan kehendak Allah di atas bumi ini. Tetapi pada masa ini, jarang sekali para pemimpin atau pejabat yang menyendengkan telinganya untuk mengetahui apa yang Allah inginkan untuk dilakukannya. Kebanyakan dari mereka hanya melakukan apa yang dikehendaki dan mengutamakan dirinya sendiri.
Marilah kita belajar untuk menyendengkan telinga kita kepada apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan, sebagaimana Zerubabel yang menyendengkan telinganya kepada kehendak Allah. Jika kita menyendengkan telinga kepada kehendak Allah maka kehendak-Nya menjadi nyata di bumi ini dan pastilah hal itu akan mnedatangkan kebaikan. Apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan ? Secara terbuka Allah sudah memberitahukan kehendak-Nya kepada kita melalui firman-Nya. Karena itu lakukan apa yang telah difirmankan-Nya.
Mungkin secara khusus, Tuhan memberikan visi atau tugas khusus kepada kita. Mungkin secara khusus Tuhan berbicara lewat mimpi atau nubuatan agar kita melakukan sesuatu untuk mendatangkan hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya. Karena itu, lakukanlah kehendak-Nya dengan sepenuh hati. Jadilah mitra kerja-Nya karena itu merupakan kesempatan bagi kita untuk membuktikan bahwa kita pun mengasihi Dia.
Genapi rancangan Allah di bumi dengan melakukan kehendak-Nya.
Siapa yang tidak siap hari ini, tidak siap esok hari. –Peribahasa Inggris-

0 komentar:
Post a Comment