Pada masa penantian sebelum peringatan hari kelahiran Tuhan Yesus, gereja melaksanakan empat kali perayaan Advent. Walaupun gereja melaksanakan Advent sebagai minggu persiapan ke perayaan natal ( kedatangan Yesus yang pertama ) tetapi hal ini juga mengingatkan dan mempersiapkan hati kita dalam menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.
Permulaan nubuatan nabi Yeremia mulai bernubuat di Yehuda lebih kurang 40 tahun ( 626 – 586 SM ). Dimana Yeremia turut menubuatkan hukuman Tuhan terhadap bangsa Yehuda. Hukuman itu diberikan sebagai ganjaran atas ketidak setiaan mereka kepada Tuhan. Yeremia juga melihat kejatuhan Yerusalem dan hancurnya Bait Suci. Yeremia seorang nabi yang berani menyatakan kebenaran dan tidak segan-segan mengingatkan pemimpin dan raja yang tidak benar dalam menggembalakan bangsa Israel. Untuk itu Yeremia menyampaikan peringatan yang keras kepada pemimpin atau raja Israel. Tetapi juga Yeremia menyampaikan penghiburan dari Tuhan untuk bangsa Israel bahwa akan datang Gembala yang baik, yang benar dan adil yang akan memimpin bangsa Israel. Dalam Kitab Yeremia 33 : 14 tertulis “ Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda.” Menegaskan bahwa Tuhan menepati janji-Nya, perkataan ini mengungkapkan bahwa akan ada satu hari dimana Tuhan akan menepati janji-Nya. Dimana umat Tuhan akan kembali ke Yerusalem dari pembuangan di Babel “ Sebab beginilah firman Tuhan: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.” ( Yeremia 29 : 10 ). Tuhan sendiri yang akan menyatakan kebenaran janji itu. Bahwa mereka tidak terus tinggal diam dalam perbudakan. Janji itu pasti digenapi. Janji itu pasti dilaksanakan. Firman Tuhan ya dan amin. Itulah yang menghibur mereka bahwa akan ada waktu atau hari dimana bangsa itu akan bersuka cita, bersorak-soarai, bebas, merdeka dan lepas dari perbudakan. Tuhan akan memulihkan mereka dan menyelamatkan umat-Nya.
Tuhan juga menumbuhkan tunas keadilan pada waktu itu atau waktu yang ditetapkan Tuhan, akan tumbuh tunas keadilan bagi Daud. Setelah Zedekia, bangsa Israel terbuang ke Babel. Berakhirlah pemerintahan keturunan Daud. Tetapi Tuhan yang membawa keadilan bagi bangsa itu dan menentukan tunas keadilan, yaitu Yesus Kristus. Dialah Gembala yang baik, yang akan menyatukan umat Tuhan yang terbuang dan terserak tersebut. Dia akan memerintah dengan kebenaran dan keadilan. Tunas keadilan tersebut tidak sama dengan pemimpin dan raja yang memerintah selama ini. Mereka kerap mementingkan diri sendiri, menindas yang lemah dan tidak menegakkan keadilan. Tunas keadilan akan menyatakan keadilan dan kebenaran di seluruh negeri untuk memberi kehidupan yang lebih baik. Bahwa kebenaran dan keadilan itu benar-benar ditegakkan bukan asal bapak senang seperti yang sering sekali terlihat di tengah-tengah pemerintahan dunia ini.
Saudaraku, dalam hidup kita Tuhan selalu memperbaharui diri kita hari lepas hari. Kehadiran tunas keadilan ditengah-tengah umat Tuhan membawa perubahan yang besar. Mereka akan dibebaskan dan akan hidup dengan tentram. Hal ini menunjukan bahwa Mesias itu benar-benar bertindak memberikan harapan yang baru dan memperbaharui mereka dengan keselamatan dan kebebasan. Tuhan sendiri yang bertindak dalam memperbaharui. Kehadiran Mesias ini digenapi melalui kedatangan Yesus ke dunia ini. Di dalam Yesus, kita mengalami hidup yang dibaharui. Dosa kita diampuni dan hubungan kita dengan Allah dipulihkan. Hal ini memberi kekuatan kepada kita untuk hidup seturut kehendak Tuhan.
Kita diingatkan kembali betapa besar kasih dan kemurahan Tuhan dalam hidup kita. Meskipun kita kerap berjanji setia kepada-Nya dan mengingkarinya, namun Tuhan tetap setia. Ia tetap menepati janji-Nya untuk menyertai kita. Keadilan yang dinyatakan dalam diri Yesus, memberikan semangat yang baru dan kerinduan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi kesaksian bagi orang lain.

0 komentar:
Post a Comment